Berita Utama
Kamis, 12 November 2009, 21:29:33 WIB
Jamuan Santap Malam di Istana Singapura
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada saat menghadiri acara jamuan santap malam kenegaraan di istana kepresidenan Singapura, hari Kamis (12/11) malam.(foto:cahyo/presidensby.info)
Dalam pidato sambutannya, PM Lee Hsien Loong mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura sangat baik dalam lima tahun terakhir. “Singapura dan Indonesia bekerjasama dalam beberapa isu penting seperti memberantas terorisme dan mencegah penyebaran penyakit menular. Ikatan antara SAF dan TNI sangat dekat dan tetap menjadi salah satu elemen penting dalam hubungan bilateral kedua negara,” ujar PM Lee.
“Hubungan ekonomi kedua negara sangat luas dan saling menguntungkan. Interaksi antara manusia sangat luas. Singapura dan Indonesia juga memiliki pandangan strategis yang sama seperti pentingnya ASEAN, kebutuhan agar ASEAN tetap menjadi pusat dari kelompok regional seperti ASEAN +3 dan East Asia Summit, serta keinginan untuk membuka kerangka integrasi regional,” PM Lee menjelaskan.
Sementara itu, Presiden SBY dalam pidatonya menjelaskan bahwa kedatangannya kali ini sekaligus membawa wajah-wajah baru dalam kabinetnya. “Saya ingin mengenalkan kepada Anda bahwa mereka siap bekerjasama untuk mempererat hubungan kedua negara,” kata SBY. “Dalam pertemuan bilateral dengan PM Lee Hsien Loong dan Minister Mentor Lee Kuan Yew, kami berdiskusi dengan baik, seperti biasanya,” tambahnya.
Presiden SBY juga berharap, pertemuan APEC di Singapura ini dapat berlangsung lancar dan sukses. “Saya yakin, kami dapat menjalankan pertemuan tersebut dengan sukses,” tambahnya. “Saya juga menanti kerjasama Indonesia dan Singapura dalam pertemuan perubahan iklim di Copenhagen,” tegas SBY.
Mendampingi Presiden SBY antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Ketua BKPM Gita Wiryawan. (osa)



