Berita Utama

Bilateral Indonesia - Papua Nugini

Papua Nugini Tetap Dukung NKRI

Presiden SBY melakukan pertemuan dengan PM  Papua Nugini, Michael Somare, hari Jumat (11/10) sore di Gemini Room, Marina Hotel, Singapura. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY melakukan pertemuan dengan PM Papua Nugini, Michael Somare, hari Jumat (11/10) sore di Gemini Room, Marina Hotel, Singapura. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Singapura: Kerjasama mengenai perbatasan menjadi agenda penting antara pemerintah Indonesia dan Papua Nugini dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara. Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Papua Nugini, Michael Somare, berlangsung di Gemini Room, Marina Hotel, Jumat (11/10) pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB. Selama 30 menit kedua kepala negara membicarakan tentang upaya mempererat kerjasama antar dua negara bertetangga ini.

Menurut Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, selain membahas mengenai kerjasama perbatasan, pemerintah Papua Nugini juga mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Dalam pertemuan tadi, Papua Nugini juga menekankan bahwa NKRI sudah final. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah Papua Nugini akan merepatriasi masyarakat Papua sebanyak 300 orang, yang akan dilakukan dalam 2 gelombang,” jelas Dino. Repatriasi adalah kembalinya suatu warga negara dari negara asing yang pernah menjadi tempat tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya.

Hubungan bilateral RI-PNG berkembang positif sejak ditandatanganinya perjanjian saling menghormati, persahabatan dan kerjasama atau Treaty On Mutual Respect, Friendship and Cooperation antara RI-PNG pada 1986, dan The Basic Agreement On The Border Agreement, tanggal 11 April 1990. Pada November 2008 lalu, kedua negara telah menyepakati adanya Komite Bersama Perbatasan atau Joint Border Committee guna membahas pengelolaan wilayah perbatasan kedua negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. (meg)