Berita Utama
Minggu, 15 November 2009, 22:57:23 WIB
Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia
SBY Bangga pada Ketekunan WNI di Singapura
Presiden SBY bersama masyarakat Indonesia di Singapura, pada pertemuan ramah tamah di KBRI Singapura, hari Minggu (15/11) malam. (foto: cahyo/presidensby.info)
Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Wardhana atas nama masyarakat Indonesia yang berada di Singapura mengucapkan selamat atas terpilihnya SBY sebagai Presiden untuk periode kedua. “Pada pemilihan presiden yang lalu, dari 29 ribu WNI yang menggunakan hak pilihnya, 82 persen memilih pasangan SBY-Boediono,” kata Wardhana.
“Kami berdoa semoga Bapak dapat melaksanakan amanah yang diberikan masyarakat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Malam hari ini telah hadir wakil masyarakat Indonesia di Singapura berjumlah 158 ribu orang. Kalau kita bandingkan dengan penduduk Singapura, WNI berjumlah 3,4 persen penduduk Singapura. Dari 158 ribu tersebut, sekitar 85 ribu adalah panata laksana rumah tangga, 16 ribu adalah pekerja profesional di berbagai sector, 12 ribu pelajar dan mahasiswa, 10 ribu adalah pelaut, sisanya adalah kalangan dunia usaha dan masyarakat lainnya,” Wardhana melaporkan.
Atas dasar jumlah penduduk WNI yang besar tersebut, salah satu prioritas KBRI Singapura adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat Indonesia. “Sementara dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, kami mengutamakan pelayanan yang murah dan cepat. Misalnya, bagi penata laksana rumah tangga yang dulu harus membayar perpanjang kontrak sebesar 130 dollar, mulai beberapa tahun ini biaya tersebut sudah kita hilangkan dan dilayani dengan gratis,” ujar Wardhana.
Presiden SBY mengajak masyarakat Indonesia yang hadir malam itu untuk santai, rileks, dan penuh dengan suasana kekeluargaan. “Saudara mungkin rindu kepada saya, tapi saya lebih rindu kepada Saudara. Kalau tadi dibilang bahwa 82 persen WNI di Singapura memilih untuk saya, saya menyayangi semua, termasuk yang 18 persen,” ujar SBY disambut tawa hadirin. “Pemimpin tidak boleh diskriminatif, semua harus diayomi dan disayangi secara adil,” lanjut SBY.
“Tadi dalam acara santap malam saya satu meja dengan perwakilan masyarakat Indonesia. Saya mendengarkan apa yang mereka ceritakan. Ada yang mewakili dunia usaha yang merangkak dari bawah, ada yang mewakili kaum professional, pelaut, cendekiawan. Saya lebih banyak mendengar tadi. Mendengar cerita tentang Saudara, saya bangga, terharu dan berterimakasih bahwa putra-putri Indonesia yang bekerja di Singapura, apapun pekerjaannya ingin selalu melakukan yang terbaik,” seru SBY.
Kepada masyarakat yang hadir, Presiden SBY memperkenalkan delegasi resmi Indonesia yang mendampingi SBY dalam kunjungan kerja ke Singapura. Hadir Menlu Marty Natalegawa, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Kepala BKPM Gita Wirjawan.
“Dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang baru, banyak yang muda-muda. Dibandingkan dengan kabinet di Singapura dan Malaysia, jumlah anggota kabinet yang berasal dari kaum muda jauh lebih banyak. Selain itu, dari 34 orang menteri, menteri perempuannya ada lima orang. Jumlah menteri permpuan yang terbanyak sepanjang sejarah RI. Mudah-mudahan makin kedepan makin banyak. Hati-hati kaum laki-laki,” canda SBY.
Meskipun malam semakin larut, Presiden SBY masih semangat menerima pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat yang ingin berkeluh kesah dan berdialog. Silaturahmi berakhir pukul 23.15 waktu setempat atau 22.15 WIB. (osa)



