Berita Utama
Senin, 16 November 2009, 10:27:19 WIB
Presiden SBY:
Iklim Investasi Harus Baik Untuk Undang Investor
Singapura: Apa yang menjadi hajat utama pertemuan di Singapura ini masih dari kelanjutan pertemuan G20 di Pittsburgh, AS, yaitu upaya bersama pada tingkat global untuk benar-benar bisa mengakhiri resesi perekonomian sekarang ini. Dan pada saatnya nanti, setelah resesi berakhir, perekonomian dunia akan tumbuh dan pertumbuhan itu berlangsung secara berkelanjutan, berimbang, dan inklusif. “Itu yang menjadi tujuan,” tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya kepada media dari Indonesia di Hotel Marina Mandarin, Senin (16/11) pagi."Di atas segalanya, karena dunia harus menyelesaikan banyak hal, maka pertumbuhan global haruslah kuat. Yang menjadi tema besar pada tingkat ASEAN, APEC, G20, adalah begitu kita bisa mengakhiri resesi ini maka dunia memiliki paradigma pertumbuhan baru, model pertumbuhan baru yang kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif. Kalau kita mengerti betul, mempersiapkan diri kita, dan secara aktif menjadi bagian dari pertumbuhan dunia itu, kita akan mendapatkan manfaat yang besar. Kalau tidak, kita bisa tertinggal. Saya sebagai orang yang mengemban amanah mempunyai tanggungjawab untuk memimpin Indonesia menjadi bagian aktif dari pertumbuhan ini, agar kita mendapatkan keuntungan dan manfaat yang besar,” terang SBY.
Alhamdulillah, dalam krisis global yang dasyat tersebut, Indonesia dinilai cukup kompeten untuk meminimalkan dampak dari krisis perekonomian global. “Mungkin berita-berita ini juga tidak sexy dalam pemberitaan di berbagai media di tanah air, tapi saya menganggap ini penting karena setelah ini ada pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan secara bersama. Saya harus mengulangi lagi, sedikit dari negara G20 yang memiliki pertumbuhan positif dan mengesankan. Itu fakta, namun demikian tidak cukup lima tahun kedepan kita hanya tumbuh 4 -5 persen. Kita harus berlari lebih kencang. Dalam program 100 hari, kita canangkan the bottle-necking, akselerasi, dan perbaikan, maka kita berharap pertumbuhan nantinya paling rendah 7 persen,” SBY menjelaskan.
“Untuk mencapai itu, maka penjurunya adalah investasi dalam negeri maupun luar negeri. Tentu dengan harapan daya beli rakyat kita makin meningkat, maka konsumsi domestik juga tetap kuat. Pengeluaran pemerintah juga harus semakin meningkat. Ekspor kita harus ditingkatkan. Kalau semua komponen itu kita tingkatkan, akan sampai 7 persen. Kuncinya dalam hubungan luar negeri adalah investasi,” seru SBY.
Agar Negara-negara sahabat mau berinvestasi di Indonesia, iklim di dalam negeri harus baik. “Kalau politiknya tidak stabil, keamanannya terguncang, kondisi sosialnya robek, siapa yang mau berinvestasi? Kalau hukum tidak tegak, masih ada mafia-mafia di wilayah penegakkan hukum, jangan harapkan investor datang. Saya berharap seluruh rakyat Indonesia, seluruh komponen bangsa mengerti persoalan ini. Oleh karena itu tidak mengada-ada kalau saya menyeru untuk menciptakan kondisi dalam negeri yang baik, agar semua pembangunan ekonomi tumbuh dengan baik, sebagaimana negara-negara yang sudah berhasil. Kita harus bersatu mengutamakan kepentingan bangsa,” kata Presiden SBY.
Kesimpulannya, menurut SBY, adalah roda perekonomian global terus berputar dengan paradigma baru yang sama-sama dibangun. "Indonesia harus menjadi bagian dari pergerakan perekonomian global ini dan secara aktif menciptakan peluang untuk diiabdikan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat kita," tegas SBY. Pertemuan APEC berikutnya akan dilaksanakan di Jepang, kemudian berturut-turut di AS, Rusia, dan kemudian di Indonesia pada tahun 2013. "Saya berharap tahun 2013 bangsa kita menjadi tuan rumah yang baik dan kita bisa mendapatkan peluang besar dalam APEC Summit tersebut," tandas SBY. (osa)



