Berita Utama
Senin, 16 November 2009, 11:21:35 WIB
Konflik Thailand - Kamboja
Indonesia Berharap Konflik Dapat Diselesaikan dengan Baik
Singapura: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, pertemuan antara Indonesia dengan PM Thailand Abhisit Vejjajiva dan PM Kamboja Hunsen adalah pertemuan yang lazim dilakukan. “Kita juga membicarakan masalah bilateral kita,” kata SBY dalam keterangan persnya kepada media dari Indonesia di Hotel Marina Mandari, Senin (16/11) pagi.“Memang saya berprakarsa sekaligus diminta untuk berbicara dengan kedua pemipin ASEAN itu yang berkaitan dengan ketegangan yang terjadi antara Thailand dan Kamboja. Ini berawal dari niat baik sebagai sesama saudara ASEAN, tidak untuk mengintervensi urusan dalam negeri,” SBY menjelaskan.
Dulu pada saat terjadi ketegangan perbatasan Thailand dan Kamboja, Presiden SBY juga bertemu dengan kedua pemimpin. “Insya Allah, dengan semangat persaudaraan kami bisa menyelesaikan masalah ini. Saya juga bertemu dan berbicara dari hati ke hati, dengan harapan bisa dicapai ditemukan solusi yang tepat dan bijak,” SBY menerangkan.
Kedua pemimpin, lanjut SBY, juga ingin menyelesaikan persoalan ini dengan baik. “Selesai secara bilateral tanpa harus dibawa ke forum ASEAN, apalagi harus diinternasionalisasikan. Saya belum melangkah secara jauh. Kepada Sekjen ASEAN saya juga mengatkan masih ada peluang untuk secara bilateral diselesaikan dengan baik,” ujar SBY.
“Menlu kita akan menjaga komunikasi dengan kedua menlu dari Thailand dan Kamboja. Harapannya dapat ditemukan jalan yang baik,” imbuh SBY. Konflik antara Thailand dan Kamboja berawal dari sengketa perbatasan, kemudian ditambah lagi dengan diangkatknya mantan PM Thailand, Thaksin Sinawatra, sebagai penasihat keuangan pemerintah Kamboja. (osa)



