Berita Utama

SBY Terima Tim Independen Verifikasi Fakta

Presiden SBY menerima Tim  Independen Verifikasi Fakta, di kantor kepresidenan, hari Selasa (17/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Tim Independen Verifikasi Fakta, di kantor kepresidenan, hari Selasa (17/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (17/11) siang menerima Tim Independen Verifikasi Fakta di kantor presiden. Dalam pertemuan tersebut, tim yang lebih dikenal luas dengan nama Tim 8 akan menyampaikan laporan resminya kepada Presiden SBY. Tim ini terdiri Adnan Buyung Nasution (Ketua), Koesparmono Irsan (Wakil Ketua), Denny Indrayana (Sekretaris) dengan anggota Todung Mulya Lubis, Anies Baswedan, Hikmahanto Juwana, Komaruddin Hidayat dan Amir Syamsuddin.

"Saudara-saudara akan menyampaikan laporan kepada saya, selaku pemberi mandat, dan akan menjadi masukan serta bahan pertimbangan penting bagi pencarian solusi terbaik atas permasalahan yang kita hadapi ini tetap dalam kerangka untuk kebaikan bagi bangsa dan negara kita," kata Presiden menyambut tim ini, didampingi Menko Polhukkam Djoko Suyanto dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

"Tim juga menyampaikan sejumlah pikiran dan rekomendasi bagi peningkatan kualitas kinerja dan apapun yang berkaitan dengan lembaga-lembaga penegak hukum di negeri kita," lanjut Presiden. Walaupun pemerintah ingin bergerak cepat dalam usaha menyelesaikan kasus Bibit-Chandra, ada proses internal pada jajaran pemerintah menyusul laporan yang akan disampaikan oleh Tim Pencari Fakta, kata Presiden.

"Tentu sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, yang akan saya lakukan adalah sesuatu yang mengalir dari tatanan konstitusi, Undang-undang, Peraturan Pemerintah dan semua yang berlaku. Dengan demikian di satu sisi kita mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat, di sisi lain dalam kerangka itu semua, sehingga akan menjadikan pembelajaran yang baik, akan menjadi satu preseden yang baik dalam sejarah di negeri ini dan yang penting untuk kebaikan kita di masa depan," ujar SBY. (mit)