Berita Utama
Rabu, 18 November 2009, 15:38:05 WIB
SBY: Tindakan Presiden Harus Berlandaskan Hukum
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat untuk tidak apriori terhadap apa yang dilakukan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Chandra Hamzah dan Bibit S. Riyanto. Mari kita lihat secara seksama nanti apa saja penilaian dan kemudian rekomendasi terhadap fakta dan proses hukum ini. Hal ini disampaikan Presiden, Rabu ( 18/11) siang, di Kantor Presidenan, Jakarta, saat memimpin rapat terbatas dengan agenda penjelasan laporan dan rekomendasi Tim 8.Meskipun harus bertindak cepat, kata Presiden SBY, namum tidak perlu harus didorong oleh siapapun. ”Memang itulah yang harus kita lakukan agar kemelut ini tidak terus berkepanjangan. Tapi ingat, langkah pemerintah, tindakan presiden, itu harus tetap berlandaskan pada konstitusi, undang-undang, kententuan hukum atau rule of law, sistem yang berlaku. Jangan sampai kita ingin memecahkan satu masalah, menimbulkan masalah yang lain, apalagi kalau masalah itu lebih serius. Jangan sampai pula saya sebagai Presiden didorong, dipaksa mengambil langkah yang bukan kewenangan saya. Kalau itu, berarti saya melanggar undang-undang, melawan undang-undang,” ujar SBY.
Solusi terhadap persoalan ini memang tidak boleh berlama-lama. "Tetapi ingat, koridornya harus jelas. Karena ini bahagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan juga harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat di kelak kemudian hari. Jadi tidak boleh kita serampangan atau gegabah meskipun saya berharap bisa kita proses dengan cepat tetapi tepat,” SBY menandaskan.
”Dan nanti setelah kita dalami semuanya, setelah itu resmi akan saya sampaikan kepada Kapolri dan Kejaksaan. Nantinya untuk dalam waktu yang saya berikan, segera direspon, ditanggapi, untuk menentukan langkah-langkah seperti apa yang tepat ke depan. Kita memang harus memilih opsi terbaik dan dalam memilih opsi itu kita tetap jernih, kita harus tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan yang lain. Bukan kepentingan yang sempit atau jangan hanya melihat dari satu sisi atau dari satu aspek saja,” kata SBY (win)



