Berita Utama
Selasa, 24 November 2009, 19:49:46 WIB
SBY Menerima Gelar Adat Kehormatan Tertinggi Maluku
Presiden SBY, Selasa (24/11) malam, menerima gelar adat kehormatan tertinggi Maluku `Upu Latu-Rat Maran Siwalima` dalam sebuah upacara adat di gedung Baileu Siwalima, Ambon, Maluku. (foto: anung/presidensby.info)
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengungkapkan, gelar yang diberikan kepada SBY merupakan perpaduan adat istiadat antara kabupaten Maluku Tengah dan Tenggara, yang artinya raja besar atau bapak besar. "Dengan penghargaan gelar tertinggi, maka Presiden adalah bagian dari masyarakat Maluku. Untuk itulah, bersama Presiden, kami masyarakat Maluku akan membangun bersama bangsa dan negara untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur merata, materiil dan spiritual," ujarnya
Dalam prosesi penganugerahan gelar, Presiden SBY mengambil pinang yang sudah disediakan, kemudian dilanjutkan pemasangan jubah, kain ikat pinggang, kain bahu, mahkota serta pemberian tongkat adat kepada Presiden SBY olehKketua Umum Forum Majelis Adat Latupati. Prosesi penganugerahan gelar adat diakhiri dengan bunyi Tifa yang bersahut-sahutan, menandakan Presiden SBY sudah menerima gelar tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pemberian gelar ini merupakan sebuah kehormatan. "Oleh karena itu, saya tidak ingin banyak berjanji, kecuali semoga apa yang telah diberikan kepada saya pada malam hari ini bisa menambah tekad, semangat, dan bakti saya kepada Maluku yang kita cintai dan tentunya bagi Indonesia yang kita banggakan," kata SBY
Presiden juga mendengarkan dengan seksama pertimbangan Majelis Adat untuk memberikan gelar adat kehormatan. "Saya menjadi teringat ketika sebelum mengemban tugas sebagai Presiden RI amat sering saya berkunjung ke Maluku. Pada tahun-tahun yang menjadi bagian dari sejarah yang kita petik hikmah dan pelajarannya, sebuah era yang penuh tragedi. Saya tidak ingin mengangkat kembali, karena kita semua merasakan suasana waktu itu. Tapi marilah kita bersyukur bahwa masa masa yang merobek rasa persaudaraan dan kebersamaan kita itu telah usai, telah menjadi bagian dari masa lalu," SBY menjelaskan.
Hadir mendampingi Presiden, antara lain, Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Mendagri Gamawan Fauzi, Mennegpora Andi A. Mallarangeng, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menpera Suharso Monoarfa, Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar serta Juru Bicara Presiden, Julian A. Pasha. (mit)



