Berita Utama
Senin, 30 November 2009, 15:28:55 WIB
Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi untuk Mempercepat Pertumbuhan Daerah
Jakarta: Krisis global terjadi karena pertumbuhan perekonomian global tidak seimbang dan tidak berkeadilan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini ketika meresmikan awal dimulainya pembangunan fisik program penggelaran serat optik yang menghubungkan Mataram hingga Kupang serta meresmikan mulainya operasi program Desa Berdering pada hari Senin (30/11) siang di Istana Negara."Mengapa timpang? Karena ada negara yang gemar menjual barangnya besar-besaran, ada negara yang membeli barang itu besar-besaran. Tidak seimbang. Ada yang surplus, ada negara yang banyak hutangnya," ujar Presiden SBY.
Oleh karena itu, lanjut SBY, para pemimpin dunia yang tergabung dalam G20 sepakat, pertumbuhan di masa depan haruslah pertumbuhan yang kuat. "Kuat tetapi juga pertumbuhan yang inklusif, adil dan merata, dan harus sustainable, berkelanjutan. Jangan rusak begitu saja. Kalau rusak, anak cucu kita menderita. Oleh karena itulah konsep pertumbuhan perekonomian dunia adalah pertumbuhan yang kuat, adil dan merata, berkelanjutan, tidak merusak lingkungan kita," Presiden SBY menjelaskan.
Dengan adanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini, Presiden SBY berharap telekomunikasi dan informasi memasuki semua sektor kehidupan dan dapat menjangkau daerah-daerah di seluruh pelosok Indonesia. Tujuannya agar pertumbuhan dapat berjalan dengan cepat dan kuat.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya keterhubungan, baik itu keterhubungan dengan negara-negara sahabat, maupun dengan daerah-daerah di dalam negeri.
Dalam peresmian pembangunan proyek telekomunikasi tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Juru Bicara Presiden, Julian A. Pasha. (mit)



