Berita Utama
Selasa, 1 Desember 2009, 17:30:54 WIB
Presiden: Beri Rakyat Informasi yang Benar, Bukan Fitnah
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Guru Nasional 2009 dan HUT ke-64 PGRI, di Stadion Tennis Indoor Senayan, Selasa (1/12) sore. (foto: cahyo/presidensby.info)
Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (1/12) sore pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2009 dan HUT ke-64 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di Stadion Tennis Indoor Senayan. "Dalam konteks itu, saya, sebagai kepala negara, sejak beberapa hari yang lalu, merasa prihatin atas beredarnya berita secara terbuka yang saya nilai sebagai fitnah. Berita yang tidak berlandaskan pada kebenaran, dan menurut saya, berita itu sudah keterlaluan. Dikatakan ada aliran dana dari Bank Century, katanya kepada tim politik SBY dalam jumlah yang besar. Saudara-saudara, di hadapan Allah SWT, pada keempatan yang baik ini, di forum pendidik yang mulia ini yang memiliki perasaan, nurani dan akal pikiran, saya ingin menyampaikan bahwa berita itu 100 persen tidak benar," tegas Presiden.
"Tidak pernah ada semuanya itu. Silahkan nanti dicek, tentang kebenaran dari berita itu.Tentu berita atau fitnah yang luar biasa itu perlu diselesaikan agar keadilan tegak di negeri ini. Mereka yang dicemarkan nama baiknya di depan jutaan rakyat, memberikan beban pada keluarga, tentu memiliki hak untuk mendapatkan keadilan. Negara kita negara hukum. Oleh karena itu kita berikan hukuman untuk mendapatkan keadilan yang sejati. Namun jika negara kita tumbuh seperti ini, kalau politik yang kita harapkan makin bermartabat sebagai cerminan dari demokrasi yang makin matang, tiba-tiba penuh dengan intrik, fitnah dan pembunuhan karakter, saya harus mengatakan, keadilan bisa terinjak, demokrasi bisa rusakdan peradaban kita bisa tercemar," jelasnya.
Namun demikian, Presiden SBY berharap seluruh masyarakat memberikan kesempatan kepada DPR-RI setelah BPK menyelesaikan pemeriksaan kasus Bank Century. "Silahkan nanti diikuti oleh rakyat Indonesia secara terbuka, apakah benar - benar ada kejahatan dan apakah ada korupsi dalam penanganan kasus Bank Century," paparnya.
Menurut Presiden SBY, dinamika politik yang tengah berjalan di Indonesia saat ini merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. "Pro dan kontra dalam kehidupan demokrasi itu wajar. Tidak apa-apa punya pandangan dan kritik, pro kontra dan sebagainya. Saya simak empat minggu terakhir ini rakyat kita, terutama di Jakarta dan kota-kota besar, memiliki rasa ingin tahu dan kepedulian yang tinggi. Misalnya terhadap kaus saudara Bibit S. dan Chandra H. dan sekarang ini ingin tahu dan peduli pada kasus Bank Century," jelasnya
"Rasa ingin tahu dan kepedulian itu harus kita hormati. Saya melihatnya dari kacamata yang positif. Rakyat kita ingin mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya, bukan desas desus, rumor, apalagi berita yang jauh dari kebenarannya. Semua itu adalah hak rakyat yang harus dijunjung tinggi dan dihormati," paparnya.
Presiden juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membangun politik yang baik. "Politik yang ksatria dan politik yang sportif. Mari kita bangun politik yang tidak menghalalkan segala cara dan politik yang mendidik rakyat kita. Mari sekali lagi ktia membangun politik yang mendidik, dan perlunya moral dan etika dalam politik. Kebenaran dan keadilan akan datang. Barangkali terlambat, tapi insya Allah akan datang, karena itu kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa," jelas SBY. (mit)



