Berita Utama
Rabu, 2 Desember 2009, 10:30:07 WIB
Presiden SBY Buka Kongres Ke-23 Kowani
Presiden SBY, didampingi Ketua Kowani yang juga Menneg PP dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, meresmikan pembukaan Kongres ke-23 Kowani, di Istana Negara, Rabu (2/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Linda Amalia Sari, selaku Ketua Umum Kowani menjelaskan bahwa Kongres ke-23 tersebut mengambil tema `Melalui Kongres ke-23 tahun 2009, Kowani Memperkuat Komitmen Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium atau MDGs`. “Tema tersebut kami tetapkan karena Kowani menyadari betul bahwa delapan butir sasaran tujuan MDGs sangat berkaitan dengan kepentingan perempuan dan anak utamanya dalam mengurangi kemiskinan,” ujar Linda.
Linda juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden SBY karena dalam penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu II, jumlah perempuan yang menjadi menteri bertambah menjadi lima orang. “Kowani turut bersyukur. Ini menggambarkan bagaimana apresiasi yang tinggi dari Presiden terhadap peran perempuan dalam pembangunan,” Linda menjelaskan.
Presiden SBY merasakan lima perempuan yang duduk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II belum cukup. “Mudah-mudahan nanti di waktu yang akan datang lebih banyak lagi agar rasionya makin baik. Lebih banyak lagi yang mendapat peluang tentu akan membawa manfaat yang nyata. Saya juga ingin di MPR, DPR, DPD lebih banyak lagi para pimpinan dari kaum perempuan,” kata SBY.
“Di tempat yang lain, saya kira dalam sejarah baru sekali ini Direktur Utama Pertamina kita percayakan pada `Srikandi` kita, Ibu Karen. Pendek kata, era sekarang ini memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada semuanya, tinggal bagaimana semua mempersiapkan diri. Saya senang Kowani menjadi ujung tombak dalam pengkaderan, penyiapan, capacity building, pemberdayaan perempuan yang menjadi tugas kita bagi kaum perempuan di masa kini dan masa depan,” jelas SBY.
Hadir dalam acara pembukaan kongres tersebut, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, mantan Menneg PP Muthia Hatta, Juru Bicara Presiden, Julian A. Pasha, dan Staf Khusus bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga. (osa)



