Berita Utama
Rabu, 2 Desember 2009, 11:07:44 WIB
Presiden:
Kowani Bisa Berdiri di Depan Membantu Wujudkan MDGs
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukaan kongres ke-23 Kowani di Istana Negara, Rabu (2/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Peran, kiprah, perjuangan, dan misi organisasi kewanitaan pada era Bung Karno tentu tidak sama atau ada perubahan-perubahan dibanding era Pak Harto. Ini sesuai tantangan nasional, tingkat kehidupan masyarakat, dan situasi dunia yang terus berubah dan berkembang. "Berubah lagi para era reformasi sekarang ini. Semua memerlukan adaptasi, penyesuaian. Dan proses itulah yang disebut transformasi,” SBY menjelaskan.
“Organisasi yang tidak mampu melakukan transformasi tidak akan bertahan. Oleh karena itu saya senang, Kowani dengan segenap jajarannya benar-benar melakukan adaptasi dan transformasi agar peran Kowani tetap dipandang rakyat, menjadi peran yang positif dan konstruktif untuk membangun negeri ini masa kini dan masa depan,” Presiden menambahkan.
Presiden menyambut gembira tema kongres Kowani yang mengangkat komitmen Kowani dan kaum perempuan untuk mencapai tujuan pembangunan milenium atau MDGs. “Ada delapan tujuan. Saya senang karena itulah yang menjadi pikiran saya siang dan malam bersama pemerintah yang saya pimpin untuk mencapai tujuan MDGs ini. Saya ingin lima tahun mendatang Kowani dengan kepemimpinan dan struktur yang baru nanti betul-betul di depan untuk mendampingi pemerintah bersama-sama civil society yang lain untuk mencapai tujuan MDGs,” SBY menegaskan.
Tujuan MDGs yang pertama adalah mengurangi kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan. Kedua, mencapai pendidikan dasar bagi semua, termasuk yang belum mampu agar keadilan tercapai. Ketiga, kesetaraan gender dan pemberdayaan kaum perempuan. "Saya menyeru kepada semua pejabat negara di negeri ini, jangan lupa tentang kesetaraan gender ini. Mengenyam pendidikan, mendapat kesehatan, jangan membeda-bedakan gender,” SBY menandaskan.
Keempat, mengurangi jumlah kematian anak di bawah lima tahun. Kelima, mengurangi jumlah ibu yang meninggal karena melahirkan. “Tolong, meskipun situasinya sudah jauh berbeda dibandingkan 50 tahun lalu, tapi kita belum puas dengan angka itu. Oleh karena itu dalam Kabinet Indonesia Bersatu II ini saya mengangkat Menteri Kesehatan dari bidang kesehatan masyarakat karena saya ingin MDGs dapat kita capai, kesehatan masyarakat dapat kita tingkatkan,” terang SBY.
Tujuan MDGs keenam adalah memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular yang lain, seperti demam berdarah dan tuberculosis. Ketujuh, lingkungan. “Di Bali dua tahun yang lalu, kita berhasil menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim. Kita berharap di Denmark, dunia juga berhasil membangun konsensus. Tujuan MDGs yang terakhir adalah kerjasama internasional. Alhamdulillah, Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang sekarang masuk kedalam forum G20. Setapak demi setapak kita dipandang sejarah positif oleh dunia,” kata SBY.
“Dalam kaitan ini, saya sekali lagi meminta kepada Kowani untuk berdiri di depan, menjadi pelopor bersama-sama jajaran pemerintah untuk mensukseskan pencapaian MDGs,” SBY menyerukan. (osa)



