Berita Utama
Senin, 7 Desember 2009, 15:50:59 WIB
SBY Menerima Peserta PPRA Lemhannas
Penindakan Korupsi Menjadi Tekad Pemerintah 5 Tahun Mendatang
Presiden SBY didampingi Gubernur Lemhannas Muladi, Senin (7/12) siang, menerima peserta PPRA XLIII dan alumni PPSA XVI Lemhannas, di Istana Negara. (foto: abror/presidensby.info)
“Peserta program tersebut terdiri dari pejabat senior setingkat eselon I di lingkungan departemen, lembaga pemerintah non departemen, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, sektor swasta, dan TNI/Polri. Sedangkan Program Pendidikan Regular Angkatan XLIII tahun 2009 berlangsung selama sembilan setengah bulan, dimulai sejak tanggal 3 Maret hingga 10 Desember 2009 yang akan datang. Pesertanya sebanyak 98 orang, terdiri dari pejabat senior setingkat eselon II di lingkungan departemen, lembaga pemerintahan non departemen, pemda, ormas, sektor swasta, TNI/Polri, dan peserta dari negara sahabat,” Muladi menerangkan.
Presiden SBY merasa gembira bahwa dalam metodologi dan proses pendidikan yang dikembangkan Lemhannas sudah mulai mengaplikasikan IT (information technology). “Kalau itu bisa diaplikasikan dengan tepat dan lebih luas lagi dalam segala sendi kehidupan bangsa kita, maka daya saing dan keunggulan kita akan makin meningkat. Itu sesuai degnan tuntutan peradaban, serta kehidupan era informasi dan teknologi yang makin canggih. Untuk saudara ketahui, saya telah menetapkan satu kebijakan tentang penggunaan IT di negeri kita sejak tiga tahun yang lalu. Sekarang dalam implementasinya makin menunjukkan hasil yang nyata,” jelas SBY.
Aplikasi IT harus diarahkan kepada tiga sektor. Pertama, untuk lingkungan pemerintahan (e-government). Kedua, untuk sektor pendidikan (e-education). Ketiga, untuk lebih meningkatkan daya saing dunia usaha (e-business). "Tentu saja ke depan, sekarang pun aplikasi dan implementasinya lebih dari tiga sektor itu. Meskipun saya menggarisbawahi untuk segera dimantapkan ketiga sektor tersebut untuk kemudian masuk pada sektor-sektor yang lain,” SBY menerangkan.
Presiden SBY juga menyambut baik tema seminar PPSA yakni `Pencegahan dan Penindakan Korupsi`. "Kebetulan dua hari lagi kita akan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, 9 Desember. Mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih Lemhanas, khususnya PPSA, dalam upaya untuk lebih mengefektifkan kampanye pemberantasan antikorupsi di Indonesia," ujar SBY. Sedangkan tema seminar PPRA adalah `Kebijakan Energi Nasional.`
“Terhadap tema penindakan korupsi ini sejalan dengan tekad besar pemerintah yang saya pimpin
untuk periode 5 tahun mendatang, yaitu pemerintahan bersih untuk rakyat, untuk mensejahterakan rakyat. Tanpa hadirnya good governance, pemerintahan yang bersih, responsif, dan transparan tidak mungkin kita menghasilkan sesuatu yang nyata. Sistem dan manajemen kita harus bersih dari korupsi. Itu baru persyaratan dasar, tentu saja sebuah pemerintahan yang efektif dituntut lebih dari itu. Setelah bersih dalam dirinya, maka pemerintahan itu harus tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh rakyat,” SBY menegaskan.
Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Panglima TNI Djoko Santoso. (osa)



