Berita Utama
Selasa, 8 Desember 2009, 11:59:40 WIB
Penting, Peran Parlemen dalam Mengawal Demokrasi
Bandung: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin, peran parlemen dalam mengawal demokrasi dan menjadikannya makin tumbuh serta makin peka terhadap realitas nasional, regional maupun global. "Kita juga patut mencermati bahwa demokrasi memerlukan penegakkan hukum yang efektif, pendidikan yang menyeluruh, dan peningkatan taraf hidup masyarakat," kata Presiden SBY dalam sambutannya ketika membuka Sidang Pleno ke-4 Asian Parliamentary Assembly (APA) di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (8/12) pagi.Ketiga hal itu, lanjut Presiden, sesungguhnya adalah pilar-pilar utama demokrasi yang harus terus kita perkuat dan pelihara. Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa parlemen adalah sebuah kelembagaan politik yang merupakan hasil dari proses demokrasi.
"Oleh karena itu, tentu ada hubungan yang sangat erat antara pengembangan parlemen dan pengembangan demokrasi. Namun demikian, kita juga memahami bahwa pengembangan demokrasi di tiap negara tentu berbeda karena mengikuti corak budaya, tradisi dan latar belakang sejarah. Oleh karena itu, Asian Parliamentary Assembly harus terus memahami keunikan corak demokrasi dari negara-negara anggotanya," Presiden SBY memaparkan.
Di sisi lain, lanjut SBY, tidak boleh ada satupun pemerintahan yang memaksakan keseragaman bagi warganya. "Sebaliknya, pemerintah harus menjadikan keberagaman itu sebagai sebuah sumber kekuatan. Pemerintah harus terus menghargai pluralisme, perbedaan opini, dan kepercayaan dari para warga negaranya," SBY menambahkan.
Parlemen Asia harus terus bekerjasama meningkatkan penghargaan atas keragaman budaya negara anggotanya. "Sebagai organisasi regional para law-makers di Asia, peran Asian Parliamentary Assembly tentu tidak hanya mendorong penguatan demokrasi di kawasan, tetapi juga menjamin bahwa demokrasi dapat membantu menghasilkan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan," kata Presiden SBY. (mit)



