Berita Utama

SBY Buka Bali Democracy Forum II

Presiden SBY memukul gong untuk membuka Bali Democracy Forum (BDF) II didampingi PM Jepang, Sultan Brunei, dan Presiden Timor Leste, di Grand Ballroom, Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong untuk membuka Bali Democracy Forum (BDF) II didampingi PM Jepang, Sultan Brunei, dan Presiden Timor Leste, di Grand Ballroom, Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (10/12) pagi, meresmikan pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) II di Grand Ballroom, Hotel Hyatt, Nusa Dua, Bali. Tema yang diangkat dalam BDF II adalah `Promoting Synergy between Democracy and Development in Asia: Prospects for Regional Cooperation.`

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam laporannya mengatakan, tidak kurang dari 36 negara berpartisipasi dalam Bali Democracy Forum II. "Suatu kehormatan pula bagi kami menyambut kehadiran Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao," ujar Marty.

Marty juga melaporkan mengenai berkembangnya minat dari berbagai negara atas penyelenggaraan BDF II. "Hal ini dibuktikan dengan kehadiran banyaknya peninjau dalam kegiatan ini. Bali Democracy Forum mendapat tempat khusus sebagai salah satu kerangka arsitektur regional," Marty menerangkan.

Presiden SBY mengenang penyelenggaraan pertemuan BDF pertama di Bali satu tahun lalu sebagai sebuah pertemuan yang membahas demokrasi dari berbagai sisi dan sudut pandang. "Dalam pertemuan yang bersejarah itu, tanpa memandang latar belakang sejarah masing-masing, kita bertekad untuk membangun dan meningkatkan kapasitas politik masing-masing untuk diabadikan bagi kepentingan rakyat," kata SBY.

"Saya sungguh berbesar hati, bahwa semangat dan optimisme kita tetap menyala pada pertemuan kedua ini. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah negara peserta maupun pengamat yang hadir dalam Bali Democracy Forum ini. Ini semua merupakan pertanda yang baik, bagi pengembangan dan masa depan demokrasi di Asia," SBY menambahkan.

Forum ini, lanjut SBY, tidak dirancang untuk memperdebatkan sistem demokrasi mana yang terbaik, atau untuk mencari definisi yang baku mengenai demokrasi. "Kita tahu, tidak ada demokrasi yang sempurna. Demokrasi dimanapun, dan apapun coraknya, merupakan proses yang terus berkembang secara dinamis dan tidak pernah selesai," SBY menjelaskan.

Tujuan utama Bali Democracy Forum ini, ujar Presiden SBY, untuk membangun dialog dan kerjasama internasional dan regional di bidang demokrasi. "Kita membentuk forum ini untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing dalam menjalankan demokrasi. Dan Asia, sesungguhnya kaya dengan pengalaman ini. Karena itulah, saya ingin menyampaikan penghargaan kepada Institute for Peace and Democracy, yang sejak dibentuk tahun lalu telah aktif mengadakan berbagai kegiatan, antara lain berupa seminar, lokakarya, dan pertemuan kelompok ahli," kata SBY.

Usai menyampaikan pidato, Presiden SBY kemudian bertindak sebagai moderator dalam debat umum dan mempersilakan ketiga kepala negara/pemerintahan yang hadir untuk menyampaikan pandangan mereka tentang demokrasi.

Hadir dalam peresmian pembuhaan BDF II tersebut, antara lain, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Menneg Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta. (osa)