Berita Utama

Silaturahmi dengan Keluarga Besar Majelis Dzikir

Presiden SBY bersama keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam pada acara silaturahmi di Padepokan H. Harris Thahir, Rancamaya, Ciawi, Bogor, Jabar, hari Sabtu (12/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam pada acara silaturahmi di Padepokan H. Harris Thahir, Rancamaya, Ciawi, Bogor, Jabar, hari Sabtu (12/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Ciawi, Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Sabtu (12/12) siang bersilaturahmi dengan keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1431 H di Padepokan H. Harris Thahir, Jl. Raya Sukabumi, Rancamaya, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tema silaturahmi adalah Hindarkan fitnah, tebarkan benih-benih kebaikan diantara anak bangsa. Mari kita bersatu membangun negeri dengan akhlak mulia.

Begitu memasuki masjid, Presiden SBY dan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono langsung melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid. Acara diawali dengan pembacaan Qisoh Maulid. Dr. K.H. M. Hidayat dalam siraman rohaninya mengatakan bahwa orang-orang yang mudah memfitnah tidak akan bisa mencium bau surga. "Mencari kebenaran itu tidak perlu dengan jalan fitnah," kata K.H. Hidayat.

"Perbuatan dosa yang bernama fitnah jika ingin bertobat, tidak cukup hanya meminta maaf kepada orang yang kita fitnah saja. Ada tiga hal yang harus dilakukan bila dosa fitnah ingin diampuni. Pertama, yang memfitnah harus datang ke kerumunan orang tempat ia menyebarkan fitnah dan memberikan klarifikasi. Kedua, orang yang memfitnah harus datang kepada korban yang difitnah dan meminta maaf. Ketiga, bertobat kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan fitnah. Memfitnah itu artinya sama seperti memakan daging saudara sendiri," seru K.H. Hidayat.

Selaku Ketua Dewan Pembina Mejelis Dzikir Nurussalam, SBY menyampaikan rasa hormat, terimakasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pimpinan, pembimbing, pembina Majelis Dzikir di seluruh Indonesia, termasuk semua anggota Majelis Dzikir yang ada di seluruh pelosok tanah air. "Telah lima tahun sejak berdirinya Majelis Dzikir telah menjalankan ibadah dan peran yang baik untuk mengajak umat berdzikir, membimbing umat menuju jalan yang benar, dan yang terus mendampingi saya selaku kepala negara di dalam memimpin bangsa dan negara, membangun hari esok yang lebih baik. Semoga amal saudara semua diterima dan mendapatkan ridho Allah SWT," ujar SBY yang diamini lebih kurang dua ribu anggota Majelis Dzikir.

"Saya menilai, melihat, dan merasakan sendiri, sebagaimana yang saudara rasakan bahwa selama lima tahun ini Majelis Dzikir telah melakukan ribuan kali kegiatan berdzikir dan berdoa di seluruh tanah air. Dalam dzikir dan doa itu, keluarga Majelis kita juga ingin bersama-sama dengan umat Islam untuk senantiasa berbuat baik dan benar. Majelis ini seolah-olah juga ingin terus menjalankan misi mulianya untuk memancarkan cahaya iman sebagaimana yang telah terkandung dalam Al Quran dan Sunnah Rasul agar umat Islam bersama-sama menjalani hidup dan kehidupan di jalan Allah," SBY menerangkan.

Di atas segalanya, menurut Presiden SBY, Majelis Dzikir juga ingin mengajak bangsa Indonesia, umat Islam di negeri ini untuk membangun kehidupan yang tentram dan damai. "Lima tahun telah berlalu, Alhamdulillah mejelis yang kita cintai ini telah berusia lima tahun. Makin berkembang, besar, dan hadir diseluruh wilayah Indonesia. Tentu saja ini tidak mungkin terjadi tanpai ijin Allah, kerja keras para pembimbing dan ulama, serta saudara semua. Kedepan saya ingin Majelis Dzikir ini semakin meningkatkan peran dan ibadahnya, sesuai dengan tujuan didirikannya Majelis Dzikir ini. Melalui majelis ini, mari kita menyerukan dan menegakkan kebenaran dan kebaikan dengan cara yang benar dan damai. Insya Allah kita bisa melaksanakannya dengan baik," tegas SBY.

Nampak hadir antara lain, Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Dzikir SBY Nurussalam Harris Thahir, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalah, Menteri ESDM Darwin Sahidi Saleh, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menneg Koperasi dan UKM Syarief Hassan, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Mendiknas M. Nuh. (osa)