Berita Utama

"Mari Membangun Negeri dengan Akhlak Mulia"

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi bersama keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam, di Padepokan H. Harris Thahir, Rancamaya, Ciawi, Bogor, Jabar, hari Sabtu (12/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi bersama keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam, di Padepokan H. Harris Thahir, Rancamaya, Ciawi, Bogor, Jabar, hari Sabtu (12/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Ciawi, Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu, membangun negeri dengan akhlak mulia. "Mari kita jalankan untuk diri kita, keluarga kita, dan mari kita ajak umat yang lain, bangsa Indonesia yang lain untuk menjalankan ajakan mulia itu," seru SBY saat menghadiri silaturahmi dengan keluarga besar Majelis Dzikir SBY Nurussalam dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1431 H di Padepokan H. Harris Thahir, Jl. Raya Sukabumi, Rancamaya, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/12) siang.

"Dalam surat An-nur dijelaskan cukup panjang dan lebar, bagaimana Allah SWT memandang fitnah, kebohongan, dusta, dan hal-hal sejenis. Dikatakan bagi para pendusta itu bahwa apa yang disampaikan melalui lidahnya, yang diucapkan melalui mulutnya itu dianggap kecil, tapi dimata Allah SWT itu adalah besar. Saya setuju. Jangan main-main dengan fitnah, kebohongan dan berita dusta, karena luar biasa azab yang akan diterimakan kepada mereka kecuali mereka bertobat," ujar SBY.

Melalui Majelis Dzikir, Presiden SBY menyerukan semua kehidupan tanpa kekerasan. "Berpolitikpun tidak boleh menjalankan politik kekerasan, politik kotor. Bukan itu politik yang mulia, yang Islami, dan yang sama-sama ingin kita tegakkan. Mari kita ajak saudara-saudara kita bersatu membangun negeri, dan bersatu berbuat untuk rakyat," tegasnya.

"Alhamdulillah dengan ridho Allah saya mendapatkan mandat dan amanah untuk memimpin negeri ini untuk lima tahun mendatang, periode terakhir saya, dan bhakti saya yang terakhir kepada bangsa dan negara melalui posisi sebagai kepala negara. Saya berharap marilah kita jalankan bersama-sama dan tidak harus selalu diganggu dengan berbagai tindakan yang tentu saja akan mempengaruhi pelaksanaan tugas bagi orang yang sedang mengemban amanah," terang SBY.

SBY juga mengucapkan terimakasih kepada Majelis Dzikir yang selalu mendampingi. "Manakala saya keliru, diberikan kritik. Manakala saya benar, didukung untuk mencapai tujuan agar semuanya bisa kita abdikan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara," SBY menjelaskan.

"Lima tahun setelah saya memimpin negeri ini, Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai, tetapi banyak pula yang belum kita capai. Masih banyak kekurangan, pekerjaan rumah dan hal-hal yang mesti diperbaiki. Demikian juga dunia, banyak ketimpangan, ketidakadilan, kemiskinan dan hal-hal yang tidak sepatutnya terjadi dimuka bumi ini. Tentu kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus peduli, harus berkontribusi dan harus berupaya untuk mengubah hal-hal yang belum baik itu menjadi hal yang baik," tambahnya.

Cara mengubahnya, menurut SBY adalah dengan memiilih cara yang tepat dan baik. "Jangan menggunakan cara yang tidak baik, karena kalau yang digunakan cara yang tidak baik, hampir pasti yang tadi hampir bisa diatasi lantas muncul persoalan yang lain. Itulah bentuk jalan yang diridhoi Allah SWT, jalan yang mulia bagaimana kita memperbaiki keadaan," ujar SBY. (osa)