Berita Utama
Selasa, 15 Desember 2009, 13:27:14 WIB
Menuju Konferensi Kopenhagen
Perancis Berharap Indonesia Menjadi Jembatan untuk Menyatukan Perbedaan Kepentingan
Paris: Presiden Perancis Nikolas Sarkozy berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi jembatan dan memainkan peranannya agar Konferensi Kopenhagen mencapai suatu konsensus yang diinginkan bersama. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, menjelaskan hasil pertemuan bilateral Indonesia-Perancis ini di Hotel Intercontinental, Paris, Selasa (15/12) pagi sesaat sebelum bertolak ke Berlin."Indonesia pernah punya pengalaman serupa saat Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Bali. Saat itu hampir deadlock, tapi Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-moon terus melakukan lobi-lobi dan akhirnya menghasilkan Bali Road Map," Dino menjelaskan.
Presiden Sarlozy menilai, meskipun negara berkembang, tapi Indonesia sangat dihargai negara-negara maju. "Ini yang memungkinkan Presiden SBY bisa memainkan peran sebagai jembatan," Dino menambahkan. Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Kopenhagen tiga hari mendatang, antara lain, masih dibayangi kekhawatiran soal posisi China dan Amerika Serikat.
Dino menjelaskan, ada tiga hal yang dibahas Presiden SBY dan Presiden Sarkozy dalam pertemuan bilateral di Istana Elysee, Paris, Senin (14/12) petang waktu setempat atau Selasa (15/12) dinihari di Indonesia. Pertama, peningkatan kerjamsama kedua negara di bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan. Kedua, disuksi mengenai posisi kedua negara dalam Konferensi Perubahan Iklim nanti. Ketiga, permintaan Sarkozy kepada SBY untuk menjembatani perbedaan di antara negara-negara peserta Konferensi Kopenhagen.
Malam ini di Berlin atau Rabu (16/12) dini hari di Indonesia, Presiden SBY akan melakukan kontak telepon dengan Presiden Norwegia Jens Stoltenberg. Kemudian, di Kopenhagen nanti, SBY antara lain akan bertemu Presiden Meksiko Felipe Calderon. Kedua pertemuan itu tak lain merupakan upaya SBY menjembatani kepentingan di antara negara peserta Konferensi Kopenhagen. (nov/har)



