Berita Utama

"Mari Hormati UUD, Hormati Rule of The Game."

Kopenhagen: Kita semua sepakat bahwa kegiatan pemerintahan tidak boleh terganggu. Sekarang ini Kabinet Indonesia Bersatu II bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah sedang menjalankan program 100 hari untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Oleh karena itu setiap gangguan terhadap program 100 hari ini tentu akan berpengaruh bagi upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia,” kata Presiden saat memberikan keterangan pers di Hotel Crowne Plaza, Kopenhagen, Denmark, Jumat (18/12) sore waktu setempat atau malam di Indonesia.

Keterangan pers diberikan untuk menanggapi wacana penonaktifan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani terkait Hak Angket Bank Century. Presiden merasa perlu menyampaikan pendapat karena masalah ini penting bagi kepastian hukum dan kerangka bernegara yang harus sama-sama kita junjung tinggi. “Dan kita juga tidak ingin saudara-saudara memberikan preseden yang tidak baik kepada semuanya nanti dalam menjalankan kehidupan bernegara maupun kegiatan pemerintahan,” SBY menambahkan.

Presiden mengajak semua pihak untuk betul-betul menghormati UUD dan undang-undang lainnya, serta menghormati aturan main, rules of the game. "Demokrasi tiada lain rohnya adalah kebebasan di satu sisi, dan di sisi lain ada rule of law maupun rule of the game. Itulah kematangan kita dalam berdemokrasi," Presiden mengingatkan. "Kemudian saya mengajak semua pihak, mari kita bekerja secara proporsional dan akuntabel karena semua yang akan kita lakukan itu kita pertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Indonesia, pada konstitusi, dan kepada sejarah,” kata SBY.

Sebagai kepala negara, SBY berharap tulus kiranya Pansus Angket Bank Century bisa menjalankan tugasnya dengan baik, memberikan kejelasan tentang duduk perkara Bank Century secara objektif, terbuka, dan bisa diikuti secara rasional oleh masyarakat. “Dan kemudian tentu harapan saya, sekali lagi menghadapi semua ini, baik Wakil Presiden maupun Menteri Keuangan tetap dapat menjalankan tugas agar pemerintahan tidak terganggu, agar pasar tidak terguncang yang akhirnya mengakibatkan keberlanjutan pembangunan perekonomian kita, yang akhirnya yang menerima dampaknya tiada lain adalah rakyat kita, seluruh rakyat Indonesia,” Presiden menegaskan.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, selalu membimbing perjalanan bangsa kita menghadapi tantangan, pasang surut keadaan dengan harapan kita terus bisa membangun menuju masa depan yang lebih baik,” Presiden SBY berharap. (osa/har)