Berita Utama

Peringatan Hari Ibu

Mari Perangi Kekerasan dan Diskriminasi Perempuan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Selasa (22/12) pagi menghadiri puncak peringatan ke-81 Hari Ibu di Sasono Langeng Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dalam acara bertemakan `Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki dalam Pembangunan Nasional` ini Presiden SBY memberikan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kepada 24 orang, masing-masing 4 Menteri, 3 Gubernur, dan 20 Bupati dan Walikota se-Indonesia.

Penerima APE itu, antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifulah Yusuf. APE merupakan bentuk penghargaan bagi para pemimpin kementerian dan lembaga serta kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

APE dibedakan dalam tiga kategori, yaitu Kategori Utama (daerah yang dinilai berhasil melaksanakan program pemberdayaan perempuan secara berkesinambungan), Madya (berhasil mendorong pengembangan program pemberdayaan perempuan dan pengembangan inisiasi), dan pratama (berhasil meletakkan dasar bagi implementasi kebijakan, program, dan kegiatan pemberdayaan perempuan).

Pada acara ini juga diserahkan penghargaan kepada pengelola terbaik program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Penghargaan itu terdiri dari enam penghargaan, yang diberikan secara simbolik oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari.

Presiden SBY mengingatkan kembali kepada seluruh bangsa Indonesia untuk terus-menerus melaksanakan perlindungan, pemajuan, dan pemberdayaan kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan. "Harus terus-menerus kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Belajar dari pengalaman masa lalu, dari kealfaan dan kesalahan kita, marilah bertekad ke depan utuk mencegah dan memerangi berbagai bentuk kekerasan dari diskriminasi kepada kaum perempuan," kata SBY.

Kita semua harus sangat peduli terhadap pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Presiden mengingatkan kembali 8 tujuan pembangunan MDGs yang harus dicapai tahun 2015. Pertama, mengurangi kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan. Kedua, memberantas buta aksara dan memberikan pendidikan dasar bagi warga negara. Ketiga, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Keempat, mengurangi jumlah kematian anak di bawah 5 tahun. Kelima, mengurangi jumlah kematian ibu saat melahirkan. Keenam, memerangi berbagai penyakit menular. Ketujuh, memelihara lingkungan. Kedelapan, menyelenggarakan kerjasama global untuk mencapai semua tujuan MDGs.

Hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Mensesneg Sudi Silalahi. (mit)