Berita Utama
Rabu, 6 Januari 2010, 15:00:20 WIB
Presiden Lantik Sekab dan 3 Wakil Menteri
Presiden SBY melantik Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan tiga Wakil Menteri di Istana Negara, Rabu (6/1) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Sekretaris Kabinet dijabat oleh Dipo Alam, sebelumnya menjabat Sekjen Organisasi Negara-negara Berkembang 8 atau D-8, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dijabat oleh Lukita Dinarsyah, yang sebelumnya Deputi Bappenas Didang Pendanaan Pembangunan, Wakil Menteri Pendidikan Nasional dijabat oleh Fasli Djalal sebelumnya Dirjen Pendidikan Tinggi dan Wakil Menteri Pertahanan dijabat oleh Sjafrie Sjamsoedin sebelumnya Seketaris Jenderal Departemen Pertahanan.
Presiden SBY berharap, mereka yang dilantik hari ini dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan dan penghormatan yang negara berikan. "Sesuai dengan kewenangan yang saya miliki, sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, saya mengangkat beberapa wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II ini. Pertimbangan utama saya di dalam mengangkat wakil-wakil menteri itu adalah dikaitkan dengan lingkup dan beban tugas dari kementrian yang bersangkutan dan juga dari prioritas maupun sasaran sasaran tertentu yang hendak dicapai oleh kementria yang sedang mengemban tugas sekarang ini," jelas Presiden SBY.
Presiden SBY juga berharap agar Sekretaris Kabinet dapat membantu Presiden dalam menjalankan manajemen dalam kegiatan kabinet. "Dengan harapan apabila manajemen itu baik, maka jalan yang diperintahkan akan lancar dan tertib. Dan akan terjadi sinergi, koordinasi, sinkronisasi yang baik antara jajaran kabinet itu sendiri maupun antara jajaran kabinet dengan unsur pemerintahan yang lain," kata SBY dalam sambutannya.
Sedangkan untuk Wakil Menteri Pertahanan diharapkan dapat mengembangka strategi pertahanan agar tepat untuk menghadapi hakekat ancaman bagi kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia. "Kementrian Pertahanan juga betanggungjawab untuk mengembangkan kebijakan pertahanan yang tepat, bersama-sama dengan TNI, diharapkan Departemen Pertahanan juga bisa senantiasa merancang dan menjalankan pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista yang diperlukan. Dan yang lebih penting lagi, sebagai bagian dari prioritas Kabinet Indonesia Bersatu II, lima tahun mendatang kita ingin melakukan revitalisasi industri-industri pertahanan, industri-industri strategis. Oleh karena itu Departemen Pertahanan berkewajiban untuk menjadi pelopor bersama-sama dengan instansi yang lain," ujarnya.
Kepada Wakil Bappenas, Presiden SBY berpesan agar dapat terus menjalankan perencanaan strategis yang baik. "Diperlukan sinergi perencanaan yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dengan menyadari sekarang diberlakukan sistem desentralisasi dan otonomi daerah, demikian juga dalam perencanaan pembangunan, kita harus melibatkan secara aktif semua pelaku pembangunan," jelasnya.
Sedangkan kepada Wakil Mendiknas, Presiden SBY berpesan agar terus melaksanakan reformasi gelombang kedua dari pendidikan nasional. "Kita ingin 5 tahun mendatang, pendidikan nasional kita semakin berkualitas, semakin mudah dalam arti dapat diakses semua pihak dan semakin murah dalam arti semakin terjangkau oleh masyarakat luas. Kita ingin melaksanakan revitaslisasi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing putra putri bangsa," ungkap SBY. (mit)



