Berita Utama

Presiden Prihatin Munculnya Politik Adu Domba

Presiden SBY saat menyampaikan pengarahan pada pembukaan Rakernas VI APKASI di Pendopo Kabupaten Madiun, Selasa (19/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan pengarahan pada pembukaan Rakernas VI APKASI di Pendopo Kabupaten Madiun, Selasa (19/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Madiun: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin karena tiba-tiba di negeri ini muncul suasana politik yang aneh dan cenderung tidak sehat. Muncul kembali intrik, politik pecah belah dan adu domba. Fitnah, yang tidak ada jadi ada, atau sesuatu yang keluar dari aturan, konstitusi atau undang-undang.

“Kemarin setelah Isya, saya mendapat berita yang mengagetkan. Beredar di Jakarta, sampai pada tingkat kasar yang mengatakan Presiden akan segera mengganti Menkeu,” kata SBY saat membuka Rapat Kerja Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Pendopo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/1) siang.

“Muncul sekarang kemungkinan spekulan bekerja, mengganggu stabilisasi nilai tukar rupiah. Yang tidak ada jadi ada. Sebelum saya masuk ruangan ini ada sms, Presiden ada dinamika di tingkat pasar seperti ini. Ini politik fiksi, yang tidak ada jadi ada, politik adu domba, mungkin diadu antara Menkeu dengan Presiden. Disebutkan yang akan mengganti inisialnya AA. Saya nggak tahu siapa AA itu,” Presiden SBY menandaskan.

Sumbernya, lanjut SBY, katanya berasal dari Golkar. Mengadu antara Ketua Umum Golkar dengan SBY. ”Luar biasa itu, kreatif, tapi kreatif yang buruk, tidak membawa kebaikan bagi kehidupan masyarakat. Hal-hal seperti itu, yang tidak ada jadi ada, kenapa tiba-tiba muncul yang seperti itu? Dulu pernah, tapi sesungguhnya dengan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, dan penataan dalam pembangunan ini, kita harusnya sudah melewati masa-masa seperti itu, yang dulu pernah terjadi di negeri kita,” SBY menjelaskan.

”Yang saya inginkan, mari kita selamatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Mari bangun terus society, kalau ini tidak kita cegah dan akhirnya terus berkembang di negeri tercinta, kasihan rakyat. Rakyat merasa tidak tenteram, rakyat takut ada bayangan apa lagi di Indonesia. Ingat krisis, kejadian dulu-dulu yang menimbulkan kejadian tidak baik,” ujar SBY.

Presiden mengajak masyarakat untuk menjadi pelaku demokrasi yang baik. ”Menggunakan hak dan kebebasan kita dengan baik, berpartisipasi dalam politik dengan baik, yang amanah, bermartabat, berperilaku yang baik. Itu ajakan dan harapan saya sebagai Kepala Negara sebagai semua komponen bangsa untuk menjalankan kehidupan negara yang benar sesuai dengna nilai-nilai peradaban yang mulia yang menjadi tujuan dan cita-cita kita semua,” SBY menegaskan. (mit)