Berita Utama

Presiden:

Demokrasi pada Akhirnya Harus Bermanfaat bagi Rakyat

Jusuf Kalla menyematkan pin kehormatan KAHMI pada Presiden SBY dalam acara pengukuhan Pimpinan Kolektif KAHMI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/1) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jusuf Kalla menyematkan pin kehormatan KAHMI pada Presiden SBY dalam acara pengukuhan Pimpinan Kolektif KAHMI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/1) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Dalam membangun peradaban Indonesia, kita ingin demokrasi dapat dihayati dalam pengertian yang utuh; 'demokrasi sebagai cara', 'demokrasi sebagai tujuan', dan 'demokrasi sebagai nilai-nilai'. Hal tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambag Yudhoyono dalam sambutannya pada acara pengukuhan Pimpinan Kolektif Musyawarah Nasional (PKMN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/1) malam.

Sebagai cara, demokrasi berhubungan dengan mekanisme dan prosedur. "Dalam pengertian itu, demokrasi berkaitan dengan proses pengambilan keputusan seperti dialog, musyawarah, voting, pemilihan umum, plebisit dan referendum atau penyampaian dan pengekspresian pendapat, aspirasi, atau posisi seperti unjuk rasa, pawai, protes, dan petisi," Presiden menjelaskan.

Sementara itu, sebagai tujuan, demokrasi berkenaan dengan pencapaian kesejahteraan dan keadilan, yang ditujukan untuk seluruh warga negara secara merata dan berkelanjutan.

Sedangkan sebagai nilai-nilai dan etika, demokrasi berkaitan dengan peneguhan secara penuh terhadap prinsip damai, tanpa kekerasan , kebebasan dan kesetaraan, pluralisme, multikulturalisme, toleransi, dan sejumlah etika. "Yang, di antaranya, mencerminkan pemuliaan terhadap kehormatan, harga diri dan martabat, berdasarkan asas kepatutan dan kepantasan yang berlaku secara universal," ujar SBY.

Menurut SBY, kita hendaknya tidak hanya menonjolkan aspek pertama, yaitu 'demokrasi sebagai cara', namun juga menerapkannya dalam prinsip keselarasan dengan aspek kedua dan ketiga, yaitu, 'demokrasi sebagai tujuan' dan '[demokrasi sebagai nilai-nilai dan etika'. "Sebagaimana saya sebutkan tadi. Ini berarti bahwa, demokrasi sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan peristiwa unjuk rasa, silang pendapat dan voting, namun juga pada cara penyampaian yang patut, pantas, proporsional, dan pada tempatnya. Dalam semangat yang sama, kita mesti memahami bahwa demokrasi pada akhirnya haruslah bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas, untuk kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," papar SBY.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan kebesaran itu terletak pada hadirnya tradisi yang baik, yaitu semangat saling menghormati perbedaan dalam semua aspeknya. "Marilah kita jaga dan pelihara tradisi luhur dari bangsa ini, seraya melakukan transformasi besar untuk kemajuan kehidupan bangsa secara berkelanjutan. Saya ingin agar keluarga besar KAHMI menjadi salah satu pilar utama dari transformasi besar ini. Saya bahkan percaya bahwa KAHMI akan senantiasa berada di barisan paling depan, dalam mewujudkan peradaban bangsa yang unggul itu, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera," SBY menandaskan.

Acara pengukuhan PKMN KAHMI kali ini mengangkat tema “KAHMI untuk Kemajuan Indonesia”. Mereka yang terpilih sebagai PKMN KAHMI masa bakti 2009 - 2012 antara lain Abidinsyah Siregar sebagai ketua, Anas Urbaningrum seagai pimpinan kolektif, Viva Yoga Mauladi, Harry Azhae, Tamsil Linrung dan Mubyl Handaling. (mit)