Berita Utama
Selasa, 9 Februari 2010, 16:03:45 WIB
SBY: Pastikan Kekuasaan Digunakan Secara Tepat dan Konstruktif
Presiden SBY menyampaikan sambutan peringatan ke-64 Hari Pers Nasional di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa (9/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
SBY adanya ratifikasi perusahaan pers yang berkaitan dengan standar profesi jurnalistik. SBY berharap ini menjadi model yang bisa diwartakan kepada dunia, bahwa pers Indonesia menata sendiri kehidupannya, nilai, norma, dan standarnya. "Ini menunjukkan demokrasi makin mekar, kehidupan pers mendapatkan tempat yang layak dalam kehidupan politik di negeri kita," SBY menambahkan.
Presiden juga menyambut baik kesepakatan pers yang akan mengambil bagian dalam revitalisasi persepakbolaan Indonesia. SBY juga mengatakan bahwa pers Indonesia mulai melakukan revolusi informasi. "Ini semua menunjukkan bahwa pers Indonesia tetap aktif dan semakin aktif dalam ikut memajukan kehidupan bangsa," kata SBY.
Pada kesempatan itu, Presiden SBY juga menyinggung masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia. "Upaya untuk memberantas korupsi tidak selalu mudah, ada perlawanan, ada rintangan, dan sebagainya. Itu lumrah dihadapi negara manapun," ujar Presiden. "Tetapi satu hal, dengan restu pers Indonesia the show must go on, harus jalan terus," jelas Presiden.
Presiden menyampaikan beberapa pesan kepada insan pers Indonesia. Pertama, pers berkontribusi untuk mencapai sukses Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Kedua, pers harus melakukan self-censoring. “Ratifikasi adalah bagian dari prinsip self-censoring tadi. Kita juga ingin liputan pers itu seimbang, cover both sides story,” SBY menjelaskan. “Rakyat akan mengetahui sebab akibat, duduk perkaranya, dengan demikian terjadi keadilan,” Presiden menambahkan.
Ketiga, demokrasi di negara kita ini adalah jalan panjang, satu proses disertai dengan perjuangan yang luar biasa, termasuk perjuangan pers. “Dari suasana yang otaritarian menjadi suasana yang demokratis. Demokrasi yang kita tuju adalah people centred democracy, demokrasi yang betul betul bertumpu dari dan untuk rakyat, bukan state centred democracy,” jelas SBY. (yun)



