Berita Utama
Rabu, 10 Maret 2010, 16:40:13 WIB
Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia di Sydney
Sidney: Seperti setiap kali melakukan kunjungan ke luar negeri, di Sydney, Australia, ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga melakukan dengan masyarakat Indonesia. Pertemuan di Grand Ballroom Hotel Shangri-La, Rabu (10/3) malam atau sore di Jakarta ini berlangsung akrab.Presiden SBY menjelaskan kunjungan kerjanya ke Australia ini untuk meningkatkan kerjasama, persahabatan, dan kemitraan kedua negara. “Kami sepakat untuk meningkatkan lagi kerjasama yang lebih luas di berbagai bidang, antara lain politik, hukum, dan keamanan. Kita sepakat untuk melanjutkan kerjasama di bidang law enforcement, penanganan kejahatan trans-nasional --termasuk perdangangan manusia, terorisme, dan kerjasama militer,” ujar SBY.
Presiden juga menjelaskan tentang akan dibangunnya kerjasama antara negara-negara bagian Australia dan propinsi-propinsi Indonesia bagian timur. “Kami sepakat bukan hanya melanjutkan tapi juga meningkatkan kerjasama lebih luas lagi di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, ketahanan pangan dan energi. Di bidang kesejahteraan rakyat, kami sepakat untuk terus meningkatkan kerjasama pendidikan, kesehatan, pemuda dan dan olahraga, juga di bidang perubahan iklim, termasuk pengelolaan hutan atau forest management,” SBY menuturkan.
Ada keinginan dari Gubernur dan Premier New South Wales untuk meningkatkan kerjasama antara Jakarta dan Sidney sebagai sister city. “Saya punya falsafah, zero enemy million friends. Satu musuh terlalu banyak, seribu kawan kurang. Jauh lebih baik kita bersahabat dengan bangsa-bangsa di dunia daripada kita saling bermusuhan,” kata SBY. “Tentu saja meskipun kita baik dengan semua bangsa, semua negara, tentu kita harus melindungi kepentingan nasional kita, menjaga kedaulatan kita sebagai NKRI yang memiliki Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” SBY menambahkan.
Hubungan antar warga negara adalah salah satu pilar dari kerjasama Indonesia dan Australia. “Pendidikan, budaya, dan kegiatan antarrakyat yang lain, itu dahsyat. Bahasa Indonesia sebagai contoh. Saya kira Australia sebagai contoh negara yang paling banyak kurikulum bahasa Indonesia, paling banyak ahli tentang Indonesia,” ujar SBY. “Ini modal, ini kapital, yang harus terus kita jaga, kita pelihara, kita tingkatkan,” Presiden SBY menegaskan. Presiden meminta masyarakat Indonesia terutama yang berada di luar negeri untuk terus menjaga nama baik Indonesia.
Dalam acara ini, tampil penyanyi Tompi, yang kebetulan sedang berada di Sydney untuk meramaikan suasana. Hadir dalam pertemuan ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, dan Mendag Marie Pangestu. (yun)



