Berita Utama

Presiden Undang Pengusaha Australia Investasi di Indonesia Timur

Sydney: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang pengusaha Australia untuk berinvestasi di propinsi-propinsi bagian timur Indonesia. Undangan tersebut disampaikan Presiden dalam Forum Bisnis di Ballroom Hotel Shangri-La, Sydney, Australia, Kamis (11/3) pagi. "Itulah sebabnya saya membawa enam gubernur dari wilayah timur Indonesia dalam kunjungan ini," kata Presiden SBY.

SBY kemudian memperkenalkan satu persatu enam gubernur tersebut. Mereka masing-masing adalah Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Papua Barat Bram Ataruri, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Madji, dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.

Meskipun Australia mengeluarkan travel warning untuk warganya ke Indonesia, kenyataannya jumlah turis Australia ke Indonesia terus meningkat. Tahun lalu, lebih dari 100 ribu warga Australia datang ke Indonesia. Angka ini merupakan rekor sejak krisis 1997. Indonesia adalah salah satu dari sepuluh tujuan wisata di Australia. Australia juga merupakan investor terbesar ke-12, terutama di sektor minyak dan gas. Tahun lalu, investasi Australia mencapai 79 juta dolar AS. "Mengingat kedekatan kita satu sama lain, ini adalah statistik yang dapat kita perbaiki," kata SBY.

Presiden SBY menyebut beberap sektor yang mungkin bisa dimasuki investor Australia, seperti energi, agribisnis, dan infrastruktur, terutama infrastruktur kelautan. Untuk sektor energi, Indonesia pemilik cadangan energi terbesar di Asia Pasifik. "Cadangan batubara Indonesia terbesar di dunia dan kita mengatasi kebutuhan yang mendesak untuk pembangkit listrik pertama proyek percepatan 10.000 megawatt sedang berlangsung dan 10.000 berikutnya akan segera diluncurkan. Sekitar 40 sampai 50 persen dari kekuatan yang akan dihasilkan akan energi bersih, seperti energi panas bumi," ujar SBY.

"Kami memberikan perhatian penuh untuk membangun infrastruktur, terutama infrastruktur maritim kita. Pemerintah berinvestasi besar dalam hal ini, tetapi kami yakin investor swasta akan bermitra dengan kita dalam menyelesaikan usaha besar ini. Ini akan terjadi karena kita mendapatkan kepercayaan dari investor. Kami sedang membuat iklim investasi Indonesia menggiurkan bagi mereka," SBY menambahkan.

Pendaftaran dan prosedur perizinan telah dirubah. Peraturan, khususnya yang di kontrak dan upah tenaga kerja sedang ditinjau. "Kami telah memotong birokrasi dan mengurangi biaya administrasi di kantor pajak dan bea cukai," jelas SBY (yun/har)