Berita Utama

Presiden:

"Wajib Pajak yang Lalai, Mencederai Rakyat"

Presiden SBY menyampaikan arahannya, usai menyampaikan SPT PPh Orang Pribadi 2009, di Kantor Ditjen Pajak, Rabu (17/3) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan arahannya, usai menyampaikan SPT PPh Orang Pribadi 2009, di Kantor Ditjen Pajak, Rabu (17/3) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak wajib pajak benar-benar menyukseskan penerimaan peningkatan negara, melalui pembayaran pajak. "Saya menghimbau kepada semua wajib pajak, patuhilah ketentuan konstitusi dan bayarlah pajak sesuai dengan perhitungan yang sebenarnya untuk bisa dibayar," kata Presiden dalam arahannya, usai menyampaikan SPT PPh Orang Pribadi Tahun 2009, di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (17/3) siang.

Presiden SBY mengatakan bahwa wajib pajak yang berdisiplin dan memenuhi kewajibannya adalah pahlawan. "Wajib pajak yang lalai, mencederai dan menghianati rakyat kita karena mereka ingin mendapatkan peningkatan dan kenaikan taraf hidupnya," SBY menandaskan.

"Marilah kita bangun peradaban yang baik di negeri ini, kehidupan yang mulia di negeri tercinta ini, dengan antara lain membikin pemerintah kita makin bersih, transparan, responsif, akuntabel, dan warga bangsa patuh dalam menjalankan kewajibanya demi kepentingan bersama dan kepentingan umum," Presiden SBY menambahkan.

Sebelumnya, Presiden menekankan arti penting dan peran pajak dalam pembiayaan pembangunan nasional. Ada tiga hal yang amat penting untuk dipastikan berlangsung di Indonesia. Pertama, pelayanan terbaik oleh seluruh petugas dan jajaran Direktorat Pajak. "Berikan pelayan terbaik. Itu tugas, itu kewajiban, itu amanah dan boleh dikatakan ibadah," ujar Presiden.

Kedua, kepatuhan (compliance) dalam membayar pajak. "Para wajib pajak, wajib hukumnya untuk membayar pajak. Kepatuhan juga menjadi pilar dari berhasilnya sektor perpajakan di negeri kita," kata SBY.

Poin ketiga, pengelolaan pajak. "Apabila dua-duanya dari waktu ke waktu dapat kita tingkatkan, maka faktor ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah pendayagunaan dan pengelolaan pajak. Itu harapan kita dari apa yang kita terima dari masyarakat luas atau dari wajib pajak, kita kelola dan kita gunakan sebaik-baiknya," SBY menyerukan.

"Reformasi telah dan terus kita jalankan, termasuk reformasi di bidang perpajakan. Hasilnya nyata. Oleh karena itu mari kalau kita sudah meraih one succes story, kita raih succes story-nya lagi sehingga at the end of the day ekonomi kita tumbuh pesat," kata SBY. (dit)

 

Link Terkait: