Berita Utama

Presiden Obama Tunda Kunjungan Hingga Juni 2010

Jubir Dino Patti Djalal saat memberikan keterangan pers tentang penundaan kunjungan Presiden Obama di Kantor Presiden, Jumat (19/3) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jubir Dino Patti Djalal saat memberikan keterangan pers tentang penundaan kunjungan Presiden Obama di Kantor Presiden, Jumat (19/3) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Hari Jumat (19/3) pukul 09.00 WIB, Juru Bicara Presiden bidang Hubungan Internasional, Dino Patti Djalal, memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terbaru rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, di Kantor Presiden. Presiden Obama meminta pengertian Presiden SBY untuk menunda kunjungan ini sampai Juni tahun ini.

“Tadi malam ada komunikasi diplomatik yang cukup intensif antara Jakarta dan Washington DC. Sekitar pukul 22.30 WIB kami mendapat pesan dari Gedung Putih, pesan dari Presiden Obama kepada Presiden SBY, bahwa karena situasi RUU Reformasi Kesehatan di Kongres AS yang masih belum pasti dan apalagi votingnya tidak bisa dilakukan sebelum hari Minggu, maka Presiden Obama meminta pengertian dari Presiden SBY untuk menunda kunjungan ini sampai bulan Juni tahun ini. Tentu hal ini juga disampaikan kepada PM Australia Kevin Rudd,” jelas Dino.

Presiden SBY tentu dapat memahami penundaan itu karena sejak awal sudah aktif memonitor situasi di Washington DC. “Kita memang melihat sekali bagaimana ketatnya proses politik di Washington DC sehubungan dengan tarik-menarik mengenai RUU Kesehatan ini. Kita memahami sekali bahwa RUU Kesehatan ini sangat penting bagi pemerintahan Barack Obama,” Dino menerangkan.

Sebagai latar belakang, Dino menjelaskan bahwa sebelum ada penundaan kunjungan dari tanggal 20 Maret ke tanggal 23 Maret, Presiden SBY telah mengirim pesan kepada Presiden Obama. Pesannya adalah agar kunjungan ini sebaiknya dilakukan pada saat masalah politik dalam negeri Presiden Obama sudah settle. “Dan memang Presiden SBY menekankan sebaiknya jangan ketika Presiden Obama ke Jakarta tapi pikirannya masih di Washington DC, dimana ada pertarungan politik yang masih berlangsung dan belum terselesaikan,” tambahnya.

“Pada saat itu Presiden SBY menyampaikan, sebaiknya kunjungan itu dilakukan bulan Juni saja. Waktu itu sebelum penundaan dari tanggal 20 ke tanggal 23. Jadi Presiden SBY mengatakan sebaiknya datang bulan Juni saja. Apalagi kalau datang bulan Juni, Presiden Obama dapat membawa first lady dan anak-anak untuk melihat Indonesia. Masalah politik dalam negeri juga sudah beres dan suasananya lebih enak untuk mengadakan kunjungan tersebut,” tegas Dino.

Itulah yang dikatakan Presiden SBY dan opsi yang diberikan kepada Gedung Putih sebelum tanggal 20 Maret. “Tapi pada waktu itu Gedung Putih mengatakan siap untuk kunjungan pada tanggal 23 Maret dan karena mereka mengatakan kami siap, kita juga tentu menyambutnya dengan baik. Tapi sekarang kita kembali kepada usulan awal, yaitu usulan dari Presiden SBY bahwa kunjungan ini sebaiknya dilakukan bulan Juni,” Dino menjelaskan.

Kepada wartawan Dino juga menerangkan bahwa sekarang ini persiapan kunjungan telah berlangsung cukup matang. “Banyak perjanjian atau nota kesepahaman yang sudah siap untuk ditandatangani dan deklarasi kemitraan komprehensif juga sudah siap. Jadi dari segi persiapan substansi maupun logistik semuanya sudah cukup matang dan sudah siap untuk kunjungan Presiden Obama,” kata Dino.

Di akhir keterangan persnya, Dino menekankan kembali empat hal. “Pertama, telah ada komunikasi diplomatik yang intensif tadi malam. Kedua, kunjungan ini akan dilakukan di bulan Juni. Ketiga, Presiden SBY memahami, namun perlu diketahui bahwa ini sebetulnya sesuai dengan usulan Presiden SBY dari awal bahwa kunjungan ini sebaiknya dilakukan bulan Juni setelah pertarungan politik di Washington lebih reda. Keempat, persiapannya sebetulnya sudah cukup matang untuk menyambut kunjungan ini,” tandas Dino. (arc)

 

Link Terkait: