Berita Utama

Presiden di Malang

Tim SRC-PB Harus Siap Hadapi Berbagai Bentuk Bencana

Presiden SBY meninjau Gelar SRC-PB Wilayah Timur di Base Ops Lanud TNI-AU Abdul Rahman Saleh, Malang, Senin (29/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY meninjau Gelar SRC-PB Wilayah Timur di Base Ops Lanud TNI-AU Abdul Rahman Saleh, Malang, Senin (29/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Malang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau Gelar Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Wilayah Timur di Base Ops Lanud TNI-AU Abdul Rahman Saleh, Malang, Senin (29/3) sore. Gelar SRC-PB melibatkan satgas dari instasi terkait seperti TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, dan Kementerian PU.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengingatkan bahwa kita memiliki dua pengetahun mengenai bencana. Yang pertama adalah Indonesia rawan bencana. “Bencana alam yang sering terjadi karena peristiwa alam itu sendiri dan bencana yang disebabkan kesalahan manusia. Kita semua harus paham tentang kondisi geografi negara kita yang seperti itu. Kita juga harus sadar dan bisa tetap hidup di negeri ini dengan kondisi yang rawan dengan bencana," terang SBY.

"Dan ingat bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan tanah air kita disamping memang ada kerawanan-kerawanan yang bisa mengakibatkan bencana alam, tetapi sesungguhnya juga penuh dengan sumber daya alam, yang apabila dikelola dengan baik bisa mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia," lanjut SBY.

Presiden SBY mengajak seluruh masyarakat untuk mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan sebaik-baiknya. "Agar lingkungan tidak rusak dan kemudian kita senantiasa siap manakala bencana itu datang," kata SBY.

Pengetahuan yang kedua adalah pengalaman empirik dalam mengatasi bencana di seluruh tanah air. Lima tahun terakhir, tercatat, antara lain, tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten, dan gempa bumi di Sumatera Barat. Belum lagi banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan di berbagai tempat.

Presiden SBY juga menjelaskan bahwa tugas SRC Penanggulangan Bencana sangatlah penting. "Untuk betul-betul siap dikerahkan ke daerah bencana kapan saja dan kemana saja menghadapi bentuk bencana apa saja. Untuk menyelematkan jiwa saudara-saudara kita," terang SBY. "Kita tahu bahwa saat yang amat berharga adalah saat-saat awal terjadinya bencana itu," tambahnya.

Presiden berharap semua anggota SRC Penanggulangan Bencana menjaga kesiagaan, keterampilan, dan pengetahuan untuk benar-benar melaksanakan tindakan tanggap darurat dengan cepat dan tepat. Pemerintah akan terus melengkapi semua keperluan, melaksanakan pendidikan dan pelatihan, mendorong kerjasama yang dibutuhkan oleh satuan ini.

Saat melakukan peninjauan, Presiden SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia bersatu II, dan Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana Syamsul Maarif. (dit)

 

Link Terkait: