Berita Utama

Presiden Dukung Gagasan `Green Bali`

Presiden SY menyampaikan sambutan pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-32 di Taman Budaya Denpasar, Bali, Sabtu (12/6) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SY menyampaikan sambutan pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-32 di Taman Budaya Denpasar, Bali, Sabtu (12/6) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Denpasar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung gagasan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika yang ingin membangun `Green Bali`, yang berarti dalam gerak kehidupan dan pembangunannya selalu berwawasan lingkungan.

"Suatu saat di masa depan, masyarakat Bali, bangsa Indonesia, dan bahkan dunia akan bersyukur, bangga dan bahagia, apabila Bali benar-benar menjadi provinsi yang memiliki perekonomian yang maju, kesejahteraan yang tinggi, nilai-nilai agama dan budaya yang luhur, serta kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, rukun dan damai, yang kesemuanya tetap dalam keindahan alam dan kelestarian lingkungan yang terjaga baik," kata Presiden SBY pada bagian lain sambutannya saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 di Taman Budaya Denpasar, Bali, Sabtu (12/6) malam.

Green Bali ini sejalan dengan gagasan Presiden yang disampaikan saat menghadiri HUT ke-4 harian Jurnal Nasional. Pada saat itu, Presiden menyampaikan ide Green Economy, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa memperburuk masalah perubahan iklim dan tidak menguras sumber daya alam secara tidak semestinya.

Presiden juga menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada masyarakat Bali. "Masyarakat yang dalam kehidupan kesehariannya senantiasa taat melakukan kemuliaan ibadah, masyarakat yang juga tidak pernah berhenti dalam berkreasi dan menciptakan karya budaya," ujar SBY. Hal itulah yang menurut SBY membuat kreativitas berkesenian masyarakat Bali terus tumbuh dan berkembang, seirama dengan nilai-nilai religi dan tradisi.

Tentang tema PKB ke-32 ini, Sudamala yang berarti mendalami kemurnian nurani, Presiden menilai memiliki makna yang sangat dalam. "Tema ini memberikan pemahaman dan penghayatan dalam penyucian diri, sekaligus memelihara kemuliaan nurani. Kemuliaan nurani, sesungguhnya juga merupakan puncak dari pancaran sikap, keluhuran budi, dan budaya adiluhung," Presiden menjelaskan. (arc)

 

Link Terkait: