Berita Utama
Selasa, 15 Juni 2010, 17:20:33 WIB
SBY Terlibat Langsung Tentukan Calon Anggota KIN dan KEN
Presiden SBY berikan arahan didepan anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN) di Istana Negara, Selasa (15/6) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
“Di negeri ini tentu banyak tokah-tokoh yang kredibel, yang terkemuka, tetapi tentu kami harus memilih siapa yang kami percayai untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan misi penting ini,” ujar SBY. Menurut Presiden SBY, gagasan untuk membentuk kedua komite ini sesungguhnya sudah ada dan didikusikan beberapa saat sebelum berakhirnya masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu yang pertama.
Ada beberapa tugas atau pekerjaan rumah yang harus dilakukan KIN dan KEN. Untuk Komite Ekonomi Nasional (KEN), ada 8 tugas pokok yang diharapkan bisa dijalankan. Pertama, tentang APBN yang merupakan pengatur dan penjaga dari apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk membiayai dan melaksanakan stimulasi pertumbuhan sambil menjaga keadilan dan kesejahteraan rakyat.
”Oleh karena itu, saya harap KEN bisa memberikan rekomendasi kebijakan, telaah kritis terhadap design, kebijakan APBN yang sedang berjalan ini,” kata Presiden. Dari seribu triliun rupiah APBN, lanjut Presiden, sudah ada kapling-kapling tersendiri, diantaranya 20 persen untuk subsidi listrik, bahan bakar, pertanian dan untuk membayar bunga utang luar negeri, pengurangan kemiskinan, program-program pro-rakyat, dan sebagainya.
”Tolong diteliti, ditelaah, seperti apa satu nasional budget yang tepat untuk negeri kita ini, pusat maupun daerah,” Presiden menegaskan.
Tugas yang kedua adalah konektiviti dalam bidang ekonomi. ”Berikan rekomendasi yang bagus kepada pemerintah, grand design dari ekonomi konektiviti pada tingkat nasional,” imbau SBY. Menurut Presiden, semua akan berkembang jika ada konektiviti yang bagus antar provinsi di tanah air.
Tugas yang ketiga, bagaimana menuju pertumbuhan ekonomi 7 persen yang inklusif serta tidak merusak lingkungan dan seimbang. Keempat, Presiden menugaskan KEN terkait dengan pengurangan kemiskinan. ”Meskipun tiap tahun turun, kita belum puas. We have to do more,” tegasnya. SBY menekankan bagaimaan bersama-sama dengan pertumbuhan ekonomi, jumlah kemiskinan dapat diturunkan.
Kelima adalah pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja. Tugas keenam, tentang ketahanan pangan, air. Ketujuh adalah terkait tentang ketahanan energi. Sedangkan tugas yang terakhir adalah mengenai sumber pendanaan dalam negeri. ”Policy atau kebijakan seperti apa yang harus dikembangkan agar sumber-sumber pendanaan dalam negeri dapat meningkat,” SBY menambahkan.
Sementara itu, untuk Komite Inovasi Nasional (KIN), Presiden SBY memberikan beberapa tugas yang dipisah menjadi tugas jangka panjang dan menengah. Untuk jangka panjang, inovasi yang dilaksanakan berkaitan dengan budaya yaitu mengubah nilai, mindset atau cara pandang dari innovated society menjadi innovation nation. Untuk itu, diperlukan knowledge society, masyarakat yang berpengetahuan.
”Betapa gaduhnya masyarakat kita, kalau makin kedepan tidak makin kuat cara berpikir, cara bertindak yang rasional atas dasar pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat kita,” ujar SBY. Tugas jangka panjang kedua yaitu membangun gaya hidup yang ramah lingkungan.
Ketiga yaitu untuk membangun entrepreneurship sehingga terciptanya lapangan pekerjaan. ”Kalau bagi orang banyak adalah mencari pekerjaan, tapi bagi entrepreneur menciptakan pekerjaan, menciptakan peluang,” kata Presiden. Yang keempat adalah membangun masyarakat yang kreatif dan inovatif dengan penggunaan tekhnologi didalamnya.
Sedangkan untuk jangka menengah, SBY memberikan beberapa tugas yang dipersempit menjadi eco innovation, research, development and application. Yang pertama, KIN bertugas agar energi, pangan dan air ini dapat dijaga ketahanannya. Yang kedua tentang masalah pendidikan dan cara pandang, metodologi, proses belajar mengajar. ”Bagaimana membangun intellectual curiosity,” tegas SBY.
Yang ketiga, tentang kesehatan dan kedokteran. ”Negara kita negara torpis, bukan hanya meningkatkan kesehatan masyarakat tapi juga memerangi penyakit menular,” SBY menjelaskan. Tugas jangka menengah selanjutnya adalah tentang bidang kelautan. ”Negara ini adalah negara maritim dengan banyak resources didalmnya,” ujar SBY.
Yang kelima,tentang pertahanan dan tekhnologi persenjataan. ”Yang bisa kita bikin sendiri tidak perlu kita beli,” tegas SBY. Pembelian baru dilakukan apabila tidak bisa diproduksi sendiri dan benar-benar diperlukan, itupun dengan konsep sharing, joint investment, atau joint production. ”Memalukan sebagai bangsa kalau peluru, perlengkapan-perlengkapan kita beli dari luar,” SBY menegaskan.
Tugas yang keenam adalah transportasi. Ketujuh, terkait tekhnologi komunikasi dan informasi yang meliputi 3 fokus yaitu e-government, e-education dan e-business. Yang kedelapan adalah industri dan ekonomi kreatif.
Di akhir arahannya, Presiden mengatakan kesempatan harus didapatkan, tapi jangan terlalu oportunis dengan mengesampingkan design dan visi. ”Saya berharap komite ini, berangkat dari landasan yang kokoh dan cara pandang yang utuh dengan demikian produknya dapat dipertanggung jawabkan,” SBY menandaskan. (yun)



