Berita Utama

SBY Akan Buka Muktamar ke-46 Aisyiyah Melalui Telekonferensi dari Madinah

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Muktamar ke-46 Aisyiyah melalui telekonferensi dari Madinah, Arab Saudi, pada 3 Juli mendatang. Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan hal ini usai mendampingi Presiden menerima Pengurus Pusat Aisyiyah, di Kantor Presiden, Rabu (16/6) siang.

Presiden SBY dijadwalkan melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Kanada, Turki, dan diakhiri dengan ibadah umrah, pada 24 Juni - 4 Juli mendatang. Karena itu, lanjut Julian, Presiden akan membuka Muktamar ke-46 Aisyiyah melalui telekonferensi. Hal sama dikemukakan Presiden SBY saat menerima PP Muhammadiyah, pekan lalu, yang juga akan melangsungkan muktamar dalam rangka Seabad Muhammdiyah. Aisyiyah, yang berdiri pada 1917, merupakan organisasi perempuan Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Umum Aisyiyah Siti Chamamah mengatakan, kiprah Aisyiyah di masyarakat sangat aktif dan telah memiliki banyak amal usaha. Antara lain, rumah sakit dan lembaga pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi.

Hakikat kegiatan Aisyiyah, menurut Siti, membangun character building. ”Jadi, pembangunan, pembinaan, penciptaan karakter bangsa yang pas dengan kebutuhan bangsa Indonesia, yang maju, yang militan, yang kritis, yang akhirnya menciptakan masyarakat yang sejuk, damai,” Siti menjelaskan.

Sehari sebelum muktamar akan diadakan seminar internasional yang akan dihadiri para pemerhati dan aktivis masyarakat dari negara lain, yang akan membahas berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Hasil seminar ini nantinya akan diangkat dalam pembahasan di Muktamar ke-46 Aisyiyah.

Persoalan yang akan dibahas, salah satunya mengenai ekonomi. ”Tidak cukup perhatian saja, tapi juga harus ada langkah-langkah konkret,” ujar Siti. ”Langkah-langkah konkret itu akan digariskan dalam muktamar nanti,” lia menambahkan.

Pembicaraan mengenai persoalan hukum juga tak lepas dari agenda Muktamar. Menurut Siti, Aisyiyah dan Kementerian Hukum dan HAM akan menyepakati nota kesepahaman mengenai perhatian terhadap lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan persoalan yang ada di Lapas, terutama yang terkait dengan kesehatan dan moral.

Lingkungan juga menjadi salah satu persoalan yang akan dibicarakan. ”Dalam muktamar yang akan datang kita juga akan mempunyai gerakan tanam pohon,” kata Siti.

Selain itu, akan diadakan juga rapat akbar yang akan membicarakan tentang nirkekerasan. ”Kita lihat sekarang banyak kekerasan di berbagai macam bentuk, tidak hanya fisik tapi juga psikis,” Siti menandaskan. (yun)

 

Link Terkait: