Berita Utama

Konferensi Pers di Pesawat

SBY: Pertumbuhan Penting, Tapi Pemerataan Lebih Penting

Toronto: Pertumbuhan ekonomi yang tinggi penting, tapi pemerataan jauh lebih penting. Itulah sebabnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan triple track strategy (pro growth, pro job, dan pro poor), yang kemudian ditambahkan satu faktor lagi, yakni pro environment. Presiden menegaskan hal ini dalam perbincangan untuk mengisi waktu dengan wartawan di dalam pesawat kepresidenan A330-300, Jumat (25/6) dinihari waktu setempat. Saat itu pesawat melintas di atas wilayah udara antara Inggris dan Islandia, di Laut Atlantik Utara.

"Betulkah yang kita kejar pertumbuhan setinggi-tingginya? Sejak tahun 2004, saya termasuk yang tidak setuju pertumbuahan ekonomi setinggi-tingginya. Jadi saya canangkan triple track strategy, yakni pro growth, pro job, pengurangan kemiskianan, dan environment. Jadi 3 +1. Insya Allah tesis ini benar," kata Presiden.

Para analis memperkirakan, pertumbuhan ekonomi RRT akan mengalami penurunan, dari dua digit menjadi tinggal satu digit, pada kisaran 6-8 persen. Konstraksi ini akan mempengaruhi perekonomian global. Menurut Presiden SBY, ini salah satu contoh betapa kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata.

"Dulu, pemerintahan sebelumnya, menghendaki pertumbuhan yang merata. Sekarang sama dan bukan hanya komitmen, tapi juga aksi," SBY menandaskan. "Bila pertumbuhan tinggi, maka permintaan terhadap energi meningkat. Jika energi tersebut dari bahan bakar fosil, maka bisa menguras sumber daya lain, seperti pangan dan air. Belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Bila itu terjadi, maka dampaknya adalah pemanasan global, kelaparan, dan penyakit," Presiden menambahkan.

Karena itu, melalui forum G20 dibahas besaran ekonomi global dengan mempertimbangkan faktor keadilan dan berkelanjutan. "Maka, pendapat saya, startegi yang kita pilih sudah tepat. Seharusnya pembangun ekonomi memperhatikan lingkungan, sosial, dan market mekanism, eco-social market economy," ujar SBY.

Pembangunan yang berkeadilan sosial ini jelas terdapat pada sila kelima Pancasila. "Artinya, jangan hanya mengejar teori free market sehingga tidak adil. Harus dipastikan ekonomi kita tumbuh efesien. Ke depan, Indonesia akan berperan agar ekonomi global aman, adil, berimbang, dan berkelanjutan," Presiden SBY menjelaskan. Indonesia, lanjut SBY, pertumbuhan ekonominya cukup 6-7 persen, tapi ada ada keadilan sosial, tidak merusak lingkungan, dan bisa menjaga stabilitasnya.

Untuk itu, Indonesia berharap forum G20 juga memperhatikan kepentingan negara berkembang. "Diperlukan melepas ego masing-masing. Bayangkan kalau ekonomi hanya ditangani oleh G8 atau Bank Dunia, WTO, tentu ada ketimpangan," kata Presiden SBY. (har)