Berita Utama

Kewirausahaan Selaku Soko Guru Ekonomi Umat Harus Terus Dikembangkan

Presiden SBY dan Ibu Ani sesaat setelah berfoto bersama peserta Munas MUI di JCC, Minggu (25/7) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani sesaat setelah berfoto bersama peserta Munas MUI di JCC, Minggu (25/7) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Dengan mengembangkan ekonomi umat dan ekonomi rakyat, kemiskinan di negeri ini akan terus berkurang dengan sendirinya. Peran MUI adalah lebih banyak mendorong semua pihak untuk secara aktif mengembangkan ekonomi rakyat termasuk ekonomi umat yang juga bernafaskan Islam seperti ekonomi syariah.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya ketika menghadiri dan membuka Musyawarah Nasional ke VIII MUI di Jakarta Convention Centre, Minggu (25/7) sore.

"Ikutlah mendorong agar kebijakan pemerintah yang prorakyat di seluruh tanah air benar-benar dapat dilaksanakan dengan berhasil," ujar Presiden SBY.

Menurut Presiden, Indonesia kini tengah berupaya untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah serta usaha koperasi yang tersebar di seluruh tanah air. "Kita ingin menyukseskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah 5 tahun mendatangkan diharapkan Rp 100 triliun yang bisa dijadikan modal usaha untuk usaha mikro dan usaha kecil yang memerlukan dukungan semua pihak agar berhasil," SBY menjelaskan.

Selain itu, kewirausahaan yang menjadi soko guru terhadap usaha mikro, kecil dan menengah, dan sejatinya ekonomi umat dan ekonomi rakyat juga harus turut dikembangkan.

Menurut Kepala Negara, untuk mencapai itu semua, program PNPM Mandiri yang dilakukan untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan program bantuan ke pesantren yang sejalan dengan naiknya anggaran pendidikan juga akan ditingkatkan jumlahnya, juga harus semakin dikembangkan.

"Kalau semuanya itu dapat berjalan dengan baik, ekonomi umat yang sejatinya juga ekonomi rakyat akan makin tumbuh. Dan dengan demikian taraf kehidupan rakyat kita akan makin meningkat," SBY menambahkan.

Sembari terus melakukan pemberdayaan masyarakat dan mendorong kebangkitan perekonomian rakyat, Presiden juga meminta kepada para ulama untuk mengajak umat menjalankan gerakan kesetiakawanan dan bantuan kepada golongan ekonomi lemah.

"Dengan terus mengembangkan zakat, sedekah, infaq, wakaf dan berbagai bentuk bantuan yang, alhamdulillah, pada tahun -tahun terakhir berkembang makin baik," Kepala Negara menandaskan. (yun)