Berita Utama

KUR Sektor Hulu Akan Naik dan Tanpa Agunan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Kredit Usaha Rakyat (KUR), investasi, dan infrastuktur dilaporkan setiap 3 bulan serta dilakukan pengawalan yang baik terhadap hal tersebut. Hal ini dikatakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Paripurna bidang ekonomi dan pemerintahan di Kantor Presiden, Kamis (29/7) sore.

Hatta menjelaskan, KUR tahun 2009 mengalami kejatuhan hingga Rp 4,9 triliun dari tahun 2007 dengan angka Rp 12 triliun lebih, karena krisis dan beberapa hal terkait perlunya relaksasi. Setelah dilakukan relaksasi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada bulan Januari, saat ini angka tersebut sudah menjadi Rp 5,3 triliun.

"Artinya ada suatu akselerasi serapan KUR, dan untuk itu kita menambah lagi dengan sektor yang masuk ke dalam," ujar Hatta. Sektor ke dalam ini, lanjut Hatta, yaitu dimana dari 2,9 juta nasabah, diharapkan paling tidak 25 persen masuk ke sektor hulu. "Yaitu pertanian di hulunya, bukan pada perdagangan di hilirnya, perikanan dan kelutan di hulunya dan industri kecil di hulunya," Hatta menjelaskan.

Selain itu, dalam rapat tadi juga telah disetujui usulan agar khusus untuk kredit yang berkaitan dengan sektor hulu, yang tadinya menyentuh mikro plafon Rp 5 juta tanpa agunan, dinaikkan menjadi Rp 20 juta tanpa agunan. "Tapi kita dorong ke sektor hulu. Jadi untuk pertanian, kelautan, industri kecil dan sebagainya," kata Hatta.

Hatta juga mengatakan bahwa ada kewajiban dari masing-masing sektor untuk melakukan pembinaan terhadap calon-calon penerima UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan melakukan pendataan, pembinaan, dan data base per kecamatan. "Dengan demikian, maka ketika pembinaan berjalan, perbankan kita menyalurkan KUR dan ini terus dilakukan. Kita optimis bahwa capaian bawah Rp 13,155 triliun karena mulainya baru April itu akan jauh terlampaui karena sekarang bulan Juni 158 persen dari target," Hatta menambahkan.

Oleh karena itu, lanjut Hatta, dibuat lagi batas atasnya sampai Rp 18 triliun untuk didorong pada tahun 2010. "Maka kita bisa mendorong tumbuhnya usulan-usulan baru dengan menaikkan plafon tersebut dan dilakukan pembinaan. Ada 400 ribu dari 2,9 juta nasabah mengalami peningkatan status atau usaha," ujar Hatta.

Terkait masalah investasi, dari total PMTB (Pertumbuhan Modal Tetap Bruto) kita yang terdiri atas swasta dan APBN, APBN menyumbangkan sekitar 12-14 persen dari total investasi PMTB. "Artinya swasta sekitar 80-an persen lebih yang terdiri atas BUMN kita, swasta murni masyarakat kita, belanjanya, kemudian juga Foreign Direct Investment," Hatta menjelaskan. "Semua itu total pada kwartal pertama sudah mendekati Rp 500 triliun atau Rp 468 triliun," tambahnya.

Menurut Hatta, dari kwartal pertama dan kwartal kedua total investasi ukuran dari Foreign Direct Investment dan PMDN on year nya sudah mencapai 50 persen lebih pertumbuhannya. "Jadi kita optimis investasi kita akan terus meningkat," kata Hatta.

Presiden SBY dan Wapres Boediono juga telah menyetujui agar dilakukan penyederhanann untuk PPP (Program Percepatan Pembangunan) yang hanya terdiri dari front office dan back office. "Jadi nanti front office-nya cukup ada di BKPM," kata Hatta.

Terkait masalah infrasturktur, menurut Hatta, akan diselesaikan UU pertanahan pada tahun ini. "Minggu depan ini kita akan paparkan, kita akan selesaikan draft UU yang kita dorong untuk Dewan," Hatta menjelaskan. Lebih lanjut, dari hasil rapat konsultasi antara dewan dan Presiden maka hal ini masuk prioritas tinggi untuk diselesaikan. "Dengan adanya UU pengadaan lahan untuk kepentingan umum, maka kita yakin pembangunan infrastruktur kita akan terakselerasi," tambahnya.

Selanjutnya, mengenai koridor ekonomi dan capaian-capaian tentang pembangunan infrastruktur, kita bagi dalam 3 kategori besar. Yang pertama kita sebut dengan mendukung pangan, irigasi, dan sanitasi. Yang kedua berkaitan dengan MDG's. Yang ketiga berkaitan dengan sektor-sektor riil kita. "Dari apa yang kita sampaikan tadi, maka penting bagi infrastuktur kita untuk dilakukan akselerasi," Hatta menandaskan. (yun)

 

Link Terkait: