Berita Utama

Presiden

Kembangkan Banda Sebagai Wisata Sejarah dan Laut

Presiden SBY dan Ibu Ani saat menggelar video conference dengan masyarakat Banda dari Rumah Dinas Gubernur Maluku, Mangga Dua, Senin (2/8) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani saat menggelar video conference dengan masyarakat Banda dari Rumah Dinas Gubernur Maluku, Mangga Dua, Senin (2/8) malam. (Foto: abror/presidensby.info)
Ambon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat setuju Banda, yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, dibangun lebih maju untuk kepentingan wisata sejarah. Presiden sudah menginstruksikan Mendupar Jero Wacik segara mempersiapkan penataan kembali warisan sejarah yang ada di Banda.

"Sekaligus ada daya tarik wisata laut, wisata alam, di Banda ini," kata SBY pada bagian lain konferensi videonya dengan masyarakat Banda, dari Rumah Dinas Gubernur Maluku, Mangga Dua, Ambon, Senin (2/8) malam.

Banda adalah tempat yang penuh sejarah dan nilai budaya. Di sana ada tempat pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir. Sekitar 10 ribu rakyat Banda yang dibunuh pada masa penjajahan.

Tokoh masyarajat Banda, Des Alwi mengatakan, masyarakat Banda akan terus melakukan pemugaran dan menjadikan Banda sebagai kota tua abad 18. Ini merupakan permintaan Bung Hatta kepada dirinya.

Sebelum Sail Banda 2010 berlangsung, masyarakat Banda aktif mengadakan kongres, yang salah satu hasilnya adalah meningkatkan status Banda menjadi kawasan ekonomi khusus. "Melihat sejarah ke belakang, Banda pernah menjadi ibu kota provinsi, kemudian turun menjadi keresidenan dan setelah Indonesia merdeka justru menjadi kecamatan," ujar Rektor STIP Prof Hatta-Syahrir, Hamadi Husein.

Untuk menjawab tantangan budi daya di Banda, Hamadi Husein memohon adanya fasilitas laboratorium kultivasi agar mahasiswa dan dosen dapat mengembangkan budidaya yang terpendam di Banda.

Dalam hal ini Presiden SBY menjelaskan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad telah melaporkan akan segara akan dimulai pembangunan laboratorim kultivasi. "Sekaligus saya titipkan agar ada tempat penampungan ikan, cold storage," ujar SBY.

Untuk sektor kesehatan, Presiden SBY meminta Menkes membangun rumah sehat tipe D. "Saya menyebutnya rumah sehat, supaya yang sakit cepat sehat sehingga bisa memberikan perawatan dan pengobatan di wilayah Banda," Presiden menjelaskan.

Untuk lebih lanjutnya, Presiden akan membahas pada saat melakukan kunjungan langsung ke Banda. "Nanti pada saat saya berkunjung ke sana, kita bicarakan lebih jauh bagaimana membangun ekonomi khusus, dalam arti perikanannya makin maju, ekonomi kelautannya makin maju, transportasi makin maju, wisata alam makin maju. Kalau semuanya makin maju, meskipun tidak dalam zona ekonomi, sama saja bahwa ekonomi Banda telah jauh lebih maju," kata Presiden. (dit)