Berita Utama

"Kalau Ada yang Mengganggu Kedaulatan Kita, Harus Kita Lawan"

Presiden SBY dan Ibu Ani saat menghadiri silaturahmi dengan Paskibaraka dan para Teladan Nasional, di Hall D2, Ji-Expo, Kemayoran, Rabu (18/8) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani saat menghadiri silaturahmi dengan Paskibaraka dan para Teladan Nasional, di Hall D2, Ji-Expo, Kemayoran, Rabu (18/8) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Kita harus bersyukur karena sejak kemerdekaan hingga hari ini bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai cobaan dan tantangan. Ketika dunia mengalami krisis perekonomian, kita selamat dan ekonomi justru tumbuh tinggi berkat kerja keras dan kebersamaan kita.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam sambutan silaturahmi dengan Paskibaraka, Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol, para Teladan, dan peserta upacara HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Hall D2, Ji-Expo , Kemayoran, Rabu (18/8) malam.

Untuk itu, SBY mengajak semua senantiasa cinta dan bangga kepada negaranya sendiri. "Kita harus benar-benar mencintai negeri kita, tanah air kita, bangsa kita. Ingat Indonesia adalah negara yang besar, bangsa yang besar memiliki sejarah dan peradaban yang besar," kata Presiden SBY. "Oleh karena itu mari ita sungguh mencintai bangsa dan negara kita. Jangan kita suka memperolok diri kita sendiri sambil memuja dan memuji bangsa-bangsa lain," Presiden menandaskan.

Presiden berharap seluruh masyarakat Indonesia saling menyayangi, hidup rukun dan bersatu, dan jangan pernah membeda-bedakan diantara kita secara negatif. "Jangan pula karena perbedaan dalam partai politik lantas kita harus berhadap-hadapan maupun bermusuhan. Kita tetap harus bersatu," SBY mengingatkan.

SBY juga mengajak untuk jangan senang berbenturan satu sama lain, jangan mudah untuk saling menyalahkan atau mencerca saudara-saudaranya sendiri. Menurut Presiden, sifat dan sikap serti itu tidak ada gunanya.

"Manusia yang arif adalah sering untuk mawas diri, introspeksi, dan bercermin. Jangan suka melihat kekurangan orang lain sampai kita lupa melihat kekurangan kita sendiri," kata Presiden SBY seraya mengingatkan di bulan Ramadan ini baik bagi umat muslim untuk bertakafur, mawas diri, membasuh hati, dan menyempurnakan kepribadian kita.

Berikutnya, Presiden menjelaskan pentingnya mencari penyelesaian konflik secara damai bila mana terjadi. "Kalau ada perbedaan, selesaikanlah secara musyawarah, sesuai dengan norma adat, ajaran agama, dan pranata sosial. Kalau memang tidak bisa, ada cara lain. Kalau itu menyangkut hukum, dengan cara yang tepat pula yang penting jangan sampai kita melakukan kekerasan, main hakim sendiri, sehingga mengakibatan korban yang tidak semestinya," Presiden SBY menjelaskan.

Selanjutnya, SBY membicarakan pentingnya kedaulatan RI. Kalau ada negara yang mengganggu kedaulatan negara kita, harus kita usir dan lawan. Bilamana ada kelompok di dalam negeri yang ingin memisahkan diri, harus dicegah dengan cara yang baik sebagai sesama bangsa Indonesia.

Selain itu, SBY menekankan pentingnya kondisi aman dan stabil di dalam negeri. Ini penting agar kita bisa membangun perekonomian. "Kalau ekonomi kita baik, maka negara akan menerima pendapatan yang lebih besar. Dengan pendapatan itu kita bisa membiayai pembangunan, termasuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden.

Agar semua dapat terlaksana, hukum harus ditegakkan dan korupsi serta mafia hukum harus diberantas. "Para penyelenggara negara dari pusat maupun daerah harus bertanggung jawab dan bekerja sungguh-sungguh," Kepala Negara menegaskan.

Yang terakhir, Presiden mengajak seluruh gubernur, bupati, walikota, dan kepala desa untuk mengayomi dan membimbing masyarakat yang dipimpinnya. "Pemimpin tidak boleh membeda-bedakan, semua harus disayangi, diayomi, dan dipimpin dengan baik," ujar SBY.

Kepada masyarakat, Presiden berharap mereka juga memberikan dukungan kepada pemimpin tanpa membeda-bedakan asalnya dari mana, apapun agamanya, etnisnya, sukunya, partai politiknya, dan sebagainya. "Karena sumpah kita satu, semua pemimpin, pejabat di negeri ini, bekerja untuk rakyatnya," kata SBY. (dit)