Berita Utama
Senin, 23 Agustus 2010, 18:21:29 WIB
Buka Puasa Bersama Pimpinan dan Anggota DPR RI
Presiden SBY salat Maghrib berjamaah saat menghadiri buka puasa bersama dengan pimpinan dan anggota DPR RI, Senin (23/8) petang. (foto: abror/presidensby.info)
Acara diawali pembacaan Ayat Suci Al-Quran Al Baqarah 185-186 oleh juara MTQ Nasional tahun 2010 di Bengkulu, Fathullah dan diikuti ucapan selamat datang dari Marzuki Ali selaku tuan rumah. Marzuki menjelaskan bahwa silaturahmi sore ini mempunyai nilai tersendiri dimana diadakan di bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah.
"Dengan silaturahim sore hari ini tentu ada harapan yang ingin disampaikan, khususnya kita selaku pemimpin lembaga negara, lembaga kepresidenan dan juga pimpinan dewan dengan memahami makna bulan ramadhan. Insya Allah sinergisitas kerja sama kita kedepan akan lebih baik dalam rangka membangun bangsa ini menuju masyarakat yang sejahtera, masyarakat adil dan makmur sebagaimana yang dicita-citakan pendiri bangsa," ujar Marzuki Ali.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Quraish Shihab dengan judul Hakekat Silaturrahim. Silaturahim dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai tali persahabatan dan yang digarisbawahi Nabi Besar Muhammad. Itu adalah hubungan antara orang-orang yang saling bermusyawarah. "Sedangkan dalam bahasa aslinya, terdiri dari dua kata yaitu silah dan rahim. Silah itu artinya menyambung atau menjalin, rahim itu bisa berarti peranakan, bisa juga berarti rahmat atau kasih," kata Quraish Shihab.
"Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi, silah itu menyambung, maka jika seseorang membalas kebaikan orang lain, itu bukan silaturahim. Silaturahim itu adalah menyambung yang putus, menghangatkan yang dingin, dan mencairkan yang beku," ujar Quraish.
Saat adzan Maghrib berkumandang, Presiden SBY dan undangan yang lain bersama-sama berbuka puasa dengan takjil yang telah disajikan, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah dengan imam Syarifudin.
Turut hadir dalam acara yang penuh keakraban kali ini antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Mendag Mari Elka Pangestu, Mendiknas Muhammad Nuh, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Seskab Dipo Alam, Ketua DPD Irman Gusman, serta Duta Besar dari negara-negara sahabat. (dit)



