Berita Utama
Selasa, 31 Agustus 2010, 18:05:20 WIB
Presiden dan Ibu Ani Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
Presiden SBY dan Ibu Ani saat menghadiri acara buka puasa bersama di Assembly Hall, JCC, Selasa (31/8) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Ketika tiba di ruang Assembly Hall tempat berlangsungnya acara, Presiden SBY dengan penuh semangat dan raut wajah sumringah menyapa seluruh anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang hadir. "Assalammualaikum. Apa kabar semuanya?" ujar Presiden, yang mengenakan pakaian serba putih dan berpeci hitam, senada dengan Ibu Ani yang juga mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan jilbab putihnya. "Waalaikumsalam. Baik pak," jawab anak-anak dengan semangat, sambil bertepuk tangan.
Setelah diawali dengan pembacaan ayat suci Alqurani, acara dilanjutkan sambutan selamat datang oleh Direktur Utama PT. BRI Sofyan Basir. Sofyan menjelaskan, acara ni merupakan kegiatan tahunan dari BRI. Pada kesempatan ini Bank BRI memberikan bantuan kepada 3.400 anak yatim piatu dan kaum dhuafa. "Rasa syukur Bank BRI kami salurkan melalui berbagi kasih dengan berbagi bahagia dengan anak yatim piatu dan dhuafa," Sofyan menambahkan.
Penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility Bank BRI ini dilakukan secara simbolis oleh Dirut BRI kepada 7 orang perwakilan. Diantaranya, Edi, petugas yang memandikan jenazah pada RSAL Mintoharjo, Jakarta. Juga kepada Pinta Dian, petugas yang memandikan jenazah di RSUD Bekasi. Bantuan juga diberikan kepada Himmata Siswandi (pengajar relawan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Siti Azizah (pengajar relawan pada lembaga pendidikan non formal dan informal Mutiara Hati), Ananda Gifari (yayasan Yatim Piatu Munawarul Muttaqin), dan Husein Ibrahim dari Yayasan Lentera Hati.
Ceramah agama oleh M. Quraish Shihab dengan tema 'Dengan Berbagi, Hidup Menjadi Lebih Berkualitas.' Quraish mengatakan bahwa kebahagiaan bila dibagi akan menjadi lebih besar, kesedihan kalau dibagi akan menjadi lebih ringan. "Oleh karena itu, dengan berbagi hidup akan menjadi lebih berkualitas," ujar Quraish Shihab.
Quraish juga menegaskan bahwa orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mau berbagi dengan kaum yatim dan dhuafa. "Jangan menghardik kaum lemah, jangan sakiti perasaannya," ujar Quraish. Karena, lanjut Quraish, terkadang rasa bisa lebih tinggi kedudukannya dari akal, dan rasa bisa lebih tinggi dari materi. "Bangsa yang tidak memiliki rasa adalah bangsa yang tidak berakhlak. Tanpa akhlak, bangsa hancur," Quraish menambahkan.
Setelah salat Maghrib berjamaah dan santap malam bersama, Presiden mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa dan Bank BRI yang telah memfasilitasi acara buka bersama ini. "Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT," ujar SBY.
Kepala Negara berpesan kepada para anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang hadir untuk menjadi anak-anak yang baik dan kebanggaan bersama. "Rajin-rajinlah beribadah, rajin-rajinlah belajar. Hormat sama orang tua, baik sama guru, akur dengan teman, demi masa depan yang baik, masa depan di jalan Allah SWT," kata Presiden yang disambut dengan jawaban "Amin" dari hadirin.
Kemudian, Presiden SBY dan Ibu Ani beserta rombongan meninggalkan tempat acara diiringi lantunan salawat Nabi Muhammad SAW.
Terlihat hadir beberapa menteri KIB II, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hassan, dan Meneg BUMN Mustafa Abu Bakar. Terlihat pula Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (yun)



