Berita Utama

SBY: Beri Pelayanan Terbaik Bagi Pemudik

Jakarta: Tradisi mudik Lebaran bisa dilihat dari sisi keagamaan sebagai membangun tali silaturahim. Dari sisi ekonomi, menumbuhkan pemerataan, ekonomi daerah bergerak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada bagian lain pengantarnya pada Sidang Paripurna Kabinet, di Kantor Presiden, Kamis (2/9) siang.

“Dari sisi ekonomi, ekonomi daerah bergerak. Itu juga pemerataan. Jadi banyak hal yang sesungguhnya positif dalam tradisi mudik Lebaran," kata Presiden SBY. "Itu kegiatan setahun sekali. Oleh karena itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran pemerintahan, termasuk kabinet ini, untuk mengamankannya dan memberikan pelayanan terbaik," Presiden menambahkan.

Presdien meminta jajaran pemerintahan menanggapi tradisi mudik sebagai operasi yang baru karena Situasi berkembang, permasalahan berkembang. Tahun lalu, mungkin jumlah pemudik dengan motor tidak sebanyak sekarang, begitu juga pengguna mobil. Sementara pertambahan jalan tak secepat kendaraan.

"Oleh karena itu setiap tahun harus kita lakukan operasi baru, kita punya pengalaman setiap tahunnya. Jadikan itu sebagai sarana koreksi. Saya juga berharap ada sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, banyak inisiatif daerah yang baru, misalkan mencegah pasar tumpah dialihkan hari itu kegiatannya sehingga lebih lancar," kata Presiden.

Prioritas tugas penanganan mudik Lebaran pada pengaturan lalu lintas yang setiap tahun dikeluhkan masyarakat. Kedua, titik-titik kemacetan. Berikutnya pengamanan dari kejahatan, baik kejahatan bagi pemudik maupun kompleks-komplek yang ditinggalkan. Ancaman teror masih akan selalu ada. Persediaan BBM juga harus mencukupi.

Presiden juga menjelaskan keterjangkauan harga sembako dan antisipasi perubahan cuaca. “Sembako itu memang supply dan demand. Tapi yang pokok tentu harus kita kelola dengan stabilisasi dan operasi pasar," SBY menjelaskan.

SBY juga menaruh perhatian khusus kepada petugas kepolisian yang menjaga ketertiban, siang dan malam, menjelang hari Idul Fitri. Presiden mengingatkan untuk memberikan insentif lebih. "Mereka tidak cuti pada hari itu, tapi setelah itu jangan dilupakan gilirannya," kata SBY.

Khusus kepada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden meminta, sambil merayakan Idul Fitri tetaplah memantau dan mengendalikan semua yang dilakukan pemerintah sesuai dengan fungsinya masing-masing. "Ini konsekuensi kita sebagai pejabat publik yang harus menjalankan tugas itu," SBY menambahkan. (dit)

 

Link Terkait: