Berita Utama

SBY Gelar Buka Puasa Bersama Partai Koalisi

Presiden SBY salat Maghrib berjamaah pada acara buka puasa bersama Dewan Presidium Persatuan Nasional Indonesia dan anggota partai koalisi di kediaman pribadi, Puri Cikeas Indah, Minggu (5/9) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY salat Maghrib berjamaah pada acara buka puasa bersama Dewan Presidium Persatuan Nasional Indonesia dan anggota partai koalisi di kediaman pribadi, Puri Cikeas Indah, Minggu (5/9) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono serta Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Minggu (5/9) sore, menggelar acara buka puasa bersama Dewan Presidium Persatuan Nasional Indonesia dan anggota partai koalisi di kediaman pribadi, Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat.

Buka puasa bersama digelar di pendopo, hadirin lesehan di atas karpet dan sajadah berwarna merah. Salat magrib juga dilaksanakan di tempat ini.

Acara diawali dengan sambutan Menko Polhukam Djoko Suyanto. Djoko mengatakan, diutus Presiden SBY untuk menyambut para tamu. Komitmen forum Persatuan Nasional Indonesia. "Mudah-mudahan pertemuan silaturahmi yang kita laksanakan seperti ini dapat membawa manfaat bagi kita semua," kata Djoko.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Presidium Forum Persatuan Nasional Usman Sapta menjelaskan, forum beranggotakan 17 partai pendukung SBY-Boediono. Silaturahmi ini pertama kali diadakan sejak SBY terpilih kembali sebagai presiden.

Usman menaruh harapan kepada DPR dan DPD yang saat ini sedang mennggarap undang-undang kepartaian, agar bisa cepat terselesaikan. "Tidak perlu tiap hari datang, tapi tidak berbuat apa-apa," ujarnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Nazaruddin Umar. Dalam tausiyahnya Nazar mengatakan, koalisi adalah sesuatu yang dianjurkan dalamm agama. Rasulullah juga sangat mencela pemecah persatuan dan kesatuan. "Sesungguhnya setan itu bersama-sama dengan orang yang memecah koalisi," ujar Nazar. Allah akan menurunkan tangan-Nya kepada orang-orang yang berjamaah atau berkoalisi, Nazar menambahkan.

Selanjutnya, kegiatan buka puasa bersama ini diisi sambutan Presiden SBY yang mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang berkenan hadir. Terkait undangan halal bihalal yang akan diadakan Forum Persatuan Nasional, Presiden mengatakan akan hadir asalkan jadwalnya sesuai dengan jadwal Kepala Negara. Presiden juga menyampaikan harapannya agar para tokoh nasional terus bisa berkontribusi dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam era reformasi kedua ini.

Menurut Presiden SBY, dalam era reformasi kedua ini, sudah mulai banyak yang mempertanyakan apa sistem ketatanegaraan dan kehidupan politik seperti sekarang yang ingin dituju dan dibangun di Indonesia. "Jawabannya bukan hanya kata-kata tapi kita harus melakukan telaah dan langkah positif," ujar SBY. "Mana yang baik dipertahankan," SBY menambahkan. Reformasi itu identik dengan kesinambungan dan perubahan, lanjut SBY, sementara integrasi dan disntegrasi pendapat merupakan bagian dari demokrasi.

Kepada para partai koalisi, Kepala Negara menitipkan pesan, walaupun setiap partai memiliki urusan rumah tangga sendiri, namun hendaknya partai menyediakan pikiran, waktu, dan tenaga untuk bersama-sama menyukseskan perubahan besar di dunia ini. "Dalam konteks itulah, saya ingin mengajak saudara untuk melihat konteks yang lebih luas," jelas SBY.

Menu santap malam yang disediakan antara lain aneka makanan laut, masakan Jepang, sop kambing, nasi, dan bistik iga, serta soto mie Bogor. Sementara untuk berbuka puasa, masing-masing orang diberikan kotak yang berisi makanan kecil dan takjil serta air minum.

Tampak hadir para menteri KIB II, diantaranya Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menbudpar Jero Wacik, Menpora Andi A Mallarangeng, Menteri Pertanian Suswono, dan Mensos Salim Segaf Al-Jufri. Hadir pula Ketua DPR yang berasal dari Partai Demokrat Marzuki Ali, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono. (yun)

 

Link Terkait: