Berita Utama

SBY dan Ibu Ani Menerima Atlet Peraih Medali ASEAN Paragames VI

Presiden SBY dan Ibu Ani beramah tamah dengan atlet peraih medali ASEAN Paragames VI, di halaman Istana Kepresidenan, Kamis (26/1) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani beramah tamah dengan atlet peraih medali ASEAN Paragames VI, di halaman Istana Kepresidenan, Kamis (26/1) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, Kamis (26/1) pukul 15.00 WIB, beramah tamah dengan para atlet Indonesia peraih medali ASEAN Paragames VI 2011, di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta. Presiden menaruh penghargaan atas prestasi mereka dan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memikirkan fasilitas dan kegiatan olahraga bagi siswa difabel.

"Atas nama negara, pemerinah dan pribadi, saya ucapkan selamat dan terima kasih serta penghargaan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa da negara," kata Presiden SBY.

Indonesia menempati peringkat kedua, setelah Thailand, dalam ASEAN Paragames yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, Desember lalu. Raihan medali kontingen Indonesia adalah 113 emas, 108 perak, dan 89 perunggu. Perhelatan olahraga bagi penyandang cacat se-ASEAN ini mempertandingkan 11 cabang olahraga dan memperebutkan 422 medali.

Diantara yang hadir terdapat seorang atlet yang meraih tujuh medali emas, yaitu petenis meja David Michael Yakob. Ada pula tiga atlet yang meraih lima medali emas, 14 orang meraih tiga medali emas, dan 26 org meraih dua medali emas.

Menurut Presiden, ada tiga prestasi yang dicapai dalam ajang ini. Pertama, prestasi olahraga yang baik. Kedua, penyelenggaraan yang baik, dan ketiga karena ajang ini membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, khususnya masyarakat Surakarta. "Jaga prestasi ini dan tingkatkan di masa depan," SBY menambahkan.

Indonesia, lanjut SBY, patut bangga karena warga negara yang menyandang difabilitas juga bisa berprestasi, tidak kalah dengan yang bukan penyandang difabilitas. Oleh karena itu, SBY menginstruksikan Mendikbud untuk memikirkan betul fasilitas dan kegiatan olahraga agar para siswa penyandang disabilitas juga bisa menggunakannya dengan baik.

"Siapkan anggaran dengan baik agar hal tersebut bisa diwujudkan," kata SBY. "Anggaran besar kita juga bisa kita berikan kepada anak didik kita yang penyandang disabilitas," SBY menambahkan.

Sebelumnya, Menpora Andi Alifian Malarangeng yang mendampingi para atlet difabel tersebut mengatakan, capaian atlet Indonesia tahun ini luar biasa. Jika pada ASEAN Paragames V Indonesia peringkat keempat, kali ini jadi juara kedua "Prestasi kita sukses walau bukan juara umum. Sukses karena dari 30 medali emas pada ASEAN Paragames lalu, melonjak menjadi 113 medali emas pada tahun ini, beda tipis dengan Thailand," Andi melaporkan.

Bahkan, ujar Andi, ada beberapa cabang olahraga dimana Indonesia meraih juara umum, seperti renang dengan 35 medali emas, tenis meja 20 medali emas, catur 11 medali emas, dan badminton 7 medali emas. Memang ada beberapa hal yang harus dibenahi, yaitu pembinaan yang belum baik, peralatan yang perlu dimodernisasi. Ada pula beberapa cabang tidak bisa diikuti Indonesia karena ketiadaan atlet, utamanya perempuan.

"Nampaknya kita perlu merekrut lebih banyak," Andi menjelaskan. "Kepada para orang tua untuk mendukung anak-anaknya, terutama putrinya, untuk berolahraga, tidak hanya diam di rumah saja," Menpora menambahkan.

Usai memberikan arahan, Presiden SBY kemudian menerima cendera mata dari David Michael Yakob. Sementara Ibu Ani menerima maskot ASEAN Paragames VI Modo-Modi dari Pamini, atlet peraih tiga medali emas. Setelah itu, Presiden 'menantang' David untuk bertanding tenis meja. Pertandingan ini dimenangkan David dengan skor 2-1.

"Ini contoh beliau bisa mengalahkan saya. Difabilitas tapi berprestasi, jago," Presiden memuji kepiawaian David, seusai pertandingan.

Terlihat hadir dalam acara ini, antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Alifian Malarangeng, Menhub EE Mangindaan, Mendikbud M Nuh, Meneg BUMN Dahlan Iskan, Menag Suryadharma Ali, Mensos Salim Segaf Al-Jufri, Meneg PP dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, dan Seskab Dipo Alam. (yun)