Galeri Foto
Minggu, 12 Agustus 2007
Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Minggu (12/8) pagi dianugerahi Gelar Adat Melayu Riau, di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru. Menurut Gubernur Riau Rusli Zainal, berdasarkan pemilihan melalui musyawarah di lingkungan Lembaga Adat Melayu se Provinsi Riau pada 15 April 2007, maka Presiden SBY mendapatkan gelar "Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara". Artinya, cahaya atau nur yang menerangi, seseorang yang beramanah, taat patuh dan setia memegang janji dalam memimpin di wilayah berdaulat Republik Indonesia. "Dengan Gelar Kehormatan yang telah disandang, berarti Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar disandang selama hidupnya," jelas Rusli Zainal. Ketua Umum Dewan Pengurus LAM Azaly Djohan menjelaskan, gelar kehormatan diberikan kepada seseorang karena jasanya yang luar biasa. "Pemberian gelar kehormatan tokoh merupakan salah satu upaya LAM Riau dalam menggali dan mengembangkan adat Melayu Riau dalam menggali dan mengembangkan adat di tengah-tengah masyarakat itu," kata Azaly. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau atas gelar adat yang telah diberikan kepadanya. SBY mengungkapkan penghormatannya dalam bentuk pantun yang spontan diciptakan usai melaksanakan salat Subuh tadi. (mit) Keterangan foto:Presiden SBY ditabalkan sebagai Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu, Pekanbaru, Minggu (12/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info) |



