Galeri Foto
Kamis, 16 Agustus 2007
Anggaran Pendidikan Naik
Jakarta: Anggaran untuk pendidikan di Indonesia meningkat tajam, lebih dari dua kali lipat. Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan Rapat Paripurna DPR-RI hari Kamis (16/8) pagi mengatakan, “Walaupun Pemerintah dan DPR belum dapat memenuhi 20 persen anggaran Pemerintah Pusat untuk sektor pendidikan karena kebutuhan yang mendesak di berbagai bidang lainnya, namun anggaran Departemen Pendidikan Nasional melonjak lebih dari dua kali lipat dari Rp.23,1 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp.48,3 triliun pada anggaran 2008. Peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru dan dosen akan dipenuhi secara bertahap dengan mempercepat peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik serta sertifikasi akademik, dan memberikan berbagai tunjangan. Penyaluran BOS pada tahun 2007 cakupannya mencapai 41,9 juta siswa. Peningkatan akses dan perluasan pemerataan pendidikan juga dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana terutama untuk wilayah pedesaan dan terpencil. Pemberian beasiswa bagi siswa miskin di berbagai jenjang pendidikan akan terus ditingkatkan,” kata Presiden SBY. Sementara itu pada kurun waktu yang sama, kata Presiden, anggaran Departemen Kesehatan melonjak hampir tiga kali lipat dari Rp.6,5 triliun menjadi Rp.18,8 triliun, terutama untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, penanggulangan penyakit menular, penanganan masalah gizi kurang, penyediaan obat esensial generik, pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, serta penyediaan tenaga kesehatan. Pemanfaatan program Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin terus meningkat, dan sistem penyelenggaraan dan akuntabilitas akan terus dievaluasi dan diperbaiki. “Pemerintah memberlakukan Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditujukan pada keluarga yang anaknya belum menikmati wajib belajar 9 tahun, atau ibu hamil yang belum mendapat akses pelayanan kesehatan dengan memberikan bantuan langsung tunai dengan syarat. Pemberdayaan ekonomi keluarga dilakukan melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang mencakup sekitar 361 ribu kelompok dengan anggota sekitar 4,9 juta keluarga,”kata Presiden. “Pemerintah terus meningkatkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan sekaligus mempercepat pencapaian Milenium Development Goals (MDGs), termasuk memutus rantai kemiskinan, dengan pembukaan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, dilakukan konsolidasi berbagai program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh 19 kementerian/lembaga dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Konsolidasi program kemiskinan diberlakukan untuk Departemen Dalam Negeri, Departemen Pekerjaan Umum, dan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal. Dana yang dialokasikan meningkat dari Rp.3,9 triliun pada tahun 2007, menjadi Rp.7,0 triliun pada tahun 2008 ditambah anggaran PNPM perkuatan. Dengan peningkatan anggaran itu, cakupan sasaran bertambah dari sekitar 1.993 kecamatan di perdesaan dan 838 kecamatan di perkotaan, menjadi 15.565 desa dan 8.813 kelurahan di 3.800 kecamatan,” kata Presiden “Meningkatkan akses modal bagi UMKM merupakan salah satu langkah penting untuk menumbuhkan UMKM yang kuat dan produktif. Anggaran Kementerian Negara Koperasi dan UKM mencapai Rp.1,1 triliun, diantaranya untuk penyediaan dana bergulir UKM dan Koperasi, dan bantuan sertifikasi tanah milik UMKM untuk penjaminan kredit. Pemerintah pada RAPBN-P tahun 2007 akan meningkatkan modal bagi Perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT Askrindo dengan anggaran sebesar Rp.1,45 triliun, guna memperluas fungsi penjaminan kredit bagi UMKM,” kata Presiden. “Pemerintah berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan serta prasarana dan sarana pendukungnya. Subsidi kredit pemilikan/perbaikan rumah sederhana (KPR/KPRS) dan rumah susun sederhana milik, dianggarkan Rp.800 miliar. Anggaran Kementrian Negara Perumahan Rakyat meningkat 55,2 persen menjadi Rp.749,1 miliar,” kata Presiden. (nnf/mit) Keterangan foto: Presiden SBY di depan Rapat Paripurna DPR-RI di gedung MPR/DPR-RI, hari Kamis (16/8)pagi. (foto: anung/presidensby.info) |



