Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-moon duduk sejajar di panggung utama Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (24/9) malam (Selasa dini hari waktu Jakarta). Para wartawan dari berbagai negara membidikkan lensa kamera kearah SBY-Ban Ki-moon. Mata dunia tertuju kepada keduanya. SBY dan Ban Ki-moon adalah sosok di balik sukses perhelatan membahas climate change yang menjadi keprihatinan dunia saat ini.

Malam itu, di kota New York yang hiruk pikuk, SBY dan Ban Ki-moon menjelaskan kepada dunia soal hasil High-Level Event on Climate Change yang baru saja usai dilaksanakan. Ini sekaligus membuktikan bahwa tampilan diplomasi Indonesia makin diperhitungkan di level internasional. Bahkan, agenda utama Sidang ke-62 Majelis Umum PBB mengambil tema perubahan iklim global tersebut.

Dalam konperensi pers tersebut, SBY dan Ban Ki-moon saling mengisi dalam menjawab pertanyaan wartawan. Acara inipun diakhiri dengan jabat tangan erat diantara keduanya.

Ban Ki-moon, lahir pada 13 Juni 1944, adalah mantan Menlu Korsel. Ia menjadi Sekjen PBB ke delapan, menggantikan Kofi Annan, 13 Oktober 2006.


Keterangan Foto: Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-moon saling menjabat tangan erat, usai memberi keterangan pers menjelaskan hasil High-Level Event on Climate Change, di Markas Besar PBB, New York, AS, Senin (24/9) malam. (foto: abror/presidensby.info)