Menu beragam. Soto betawi, kupat tahu, soto ayam, lontong sayur, kolak, es buah. Itulah yang tersedia di Istana Negara, Kamis (4/10) petang, saat Presiden SBY dan Ibu Ani mengundang pimpinan Lembaga Negara, para menteri, Wantimpres, pimpinan TNI dan Polri, Dubes negara-negara Islam, beserta para pemimpin redaksi baik media cetak, maupun media eletronika dari seluruh Indonesia, untuk berbuka puasa bersama. Sejumlah wartawan juga hadir, menambah kemeriahan suasana buka bersama yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Bagi wartawan, menu paling ditunggu, selain makanan untuk berbuka puasa, tentu adalah tanggapan SBY mengenai ramainya pemberitaan di hampir semua media nasional yang mengangkat isu pencalonan presiden. Dan yang ditunggu wartawan itu akhirnya datang juga, ketika usai berbuka puasa bersama, didampingi Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, SBY memberi tanggapan.

“Tanggapan saya terhadap mulai munculnya, katakanlah, calon-calon presiden untuk tahun 2009 yang saya ikuti dimulai dari pernyataan Ibu Megawati sampai yang terakhir Pak Sutiyoso itu, bagi saya positif, bagus. Karena itulah demokrasi yang makin mekar. Kalau kita berpikir positif, makin banyak calon, maka makin banyak pilihan rakyat. Pada saatnya nanti rakyat tentu akan memilih yang menurut mereka tepat untuk memimpin negeri kita tahun 2009 mendatang. Jadi itulah tanggapan pertama saya terhadap mulai munculnya calon-calon Presiden untuk tahun 2009,” kata Presiden. Usai mewancarai Presiden, para wartawanpun segera berhamburan untuk secepatnya mengirimkan laporannya tentang menu istimewa ini. (nnf)


Keterangan foto: Presiden SBY memberi penjelasan kepada wartawan mengenai Pilpres usai berbuka puasa di Istana Negara, Kamis (4/10) petang. (foto: haryanto/presidensby.info)