Galeri Foto
Kamis, 18 Oktober 2007
Ibrahim Agboola Gambari
Myanmar, kini di tangan Ibrahim Gambari. Presiden SBY hari Kamis (18/10) sore, menerima Utusan Khusus Sekjen PBB itu, di Kantor Presiden. Tujuan Gambari ke Indonesia dan beberapa negara di ASEAN lainnya adalah untuk melakukan konsultasi mengenai masalah Myanmar. Prof. Dr. Ibrahim Agboola Gambari yang lahir pada tanggal 24 November 1944 di Ilorin, Kwara, Afrika, adalah Wakil Sekjen PBB Bidang Politik. Pada bulan September 2007, Gambari mengunjungi Myanmar sebagai utusan khusus untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar. Ia menjadi ujung tombak harapan masyarakat internasional untuk menyelesaikan persoalan-persoalan demokrasi dan hak asasi manusia di Myanmar. Karier diplomatnya merupakan buah manis dari pengembaraan intelektual yang selama ini dijalaninya. Setelah menyelesaikan program sarjana di King’s College, Lagos, Nigeria, Gambari melanjutkan studi S-2 di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat pada 1970. Empat tahun kemudian, pada 1974 Gambari meraih gelar PhD dari universitas yang sama dalam bidang Hubungan Internasional. Ibrahim Gambari sendiri mengatakan, misi yang diembannya terdiri dari tiga hal, yaitu menyampaikan pesan khusus dari Sekjen PBB Ban Ki Moon kepada Presiden SBY. "Dan Presiden SBY sudah menerima pesan dari Sekjen Ban Ki Moon," ujar Gambari didampingi Hassan. Kemudian juga untuk memberikan penjelasan kepada SBY mengenai misi dan perjalanannya ke Myanmar. Yang terakhir adalah untuk meminta kontribusi dari Indonesia sebagai bagian dari kerja sama ASEAN untuk membantu Myanmar. (mit) Keterangan foto: Presiden SBY menerima Utusan Khusus Sekjen PBB, Ibrahim Gambari, di Kantor Kepresidenan, Kamis (18/10) sore. (foto: anung/presidensby.info) |



