Untuk pertama kalinya Presiden Ekuador mengunjungi Indonesia. Dia adalah Presiden Rafael Vicente Correa Delgado. Seorang yang energik, cekatan, dan tegap. Maklum, ekonom ini lahir 1963, tepatnya tanggal 6 April di kota Guayaquil, Ekuador. Ia mendapatkan gelar master dan Ph.D dalam ilmu ekonomi dari Universitas Illinois at Urbana, tahun 1999 dan 2001, sedang gelar ijazah sarjananya didapat dari Universidad Catolica de Santiago de Guayaquil. Dalam pemerintahan, pernah menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2005, dan dilantik menjadi Presiden Republik Ekuador tanggal 15 Januari 2007.

Rafael Vicente Correa Delgado berasal dari suku asli Indian. Karena itu sebelum pelantikannya, lima orang pendeta Indian dalam bahasa asli Quechua, berdoa dan mengalungkan pita berwarna di lehernya. Dengan busana wol khas tradisi tanah tinggi Andean, ia dilantik di Andes ( sekitar 90 km sebelah selatan Ibukota Ekuador, Quito). Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Evo Morales datang dengan menumpang helikopter.

Rafael Vicente Correa Delgado yang biasa disapa Correa menikah dengan Anne Malherbe. Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang humanis, seorang penganut Katolik Roma dan pembela kedaulatan politik serta integrasi regional. Hubungan Correa dengan penduduk asli Ekuador sangat dekat, karena ia mampu berbahasa Kichwa (atau Quichua dalam bahasa Spanyol), bahasa utama penduduk asli di wilayah itu.

Dalam kunjuungannya ke Indonesia, Presiden Rafael Vicente Correa Delgado antara lain melakukan pembicaraan dengan
Presiden SBY di Istana Merdeka, kemudian bersama-sama memimpin pertemuan bilateral kedua negara, serta menyaksikan penandatangannya kerjasama bidang budaya/pariwisata, serta perjanjian PT Pertamina dengan perusahaan perminyakan Ekuador, Petro Ecuador. (nnf)


Keterangan foto: Presiden SBY menerima kunjungan Presiden Republik Ekuador, Rafael Vicente Correa Delgado, di Istana Merdeka, hari Senin (26/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)