Tiada hari Minggu bagi Presiden SBY. Tiada hari libur, karena justru hari libur digunakan untuk melakukan sidak atau inspeksi mendadak. Dan yang ingin disidak SBY pada hari Minggu (6/4) sore, tak lain adalah pangkalan gas yang ada di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bukan cuma pangkalan gas yang ditinjau, tetapi juga rumah tangga-rumah tangga yang telah mengonversi minyak tanah ke gas. Yang kejatuhan rejeki dikunjungi SBY adalah rumah milik Usman, yang berada di gang sempit Jl.Cempaka Baru V, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Hari ini saya melihat langsung dari dekat penggunaan gas sebagai pengganti minyak tanah. Program ini sangat penting untuk kita sukseskan, bukan cuma di Jakarta, tapi juga di daerah yang sangat penting untuk bisa melaksanakan konversi ini," kata SBY kepada wartawan. Di Jakarta saja, lanjutnya, tiap hari digunakan 3,6 juta kilo liter minyak tanah, dan dengan program konversi yang telah dijalankan ini, sekarang yang digunakan tinggal 600 ribu kiloliter atau seperenamnya.

”Kita akan terus lakukan ini semua, agar program pemerintah untuk mengurangi subsidi minyak tanah itu berhasil. Penghematan APBN kita membuat lingkungan lebih bersih. Dan ternyata, dari dialog dengan para pengguna, ibu-ibu rumah tangga yang saya kunjungi dan saya ajak bicara, juga kepala keluarga, mengatakan bahwa menggunakan gas sebagai pengganti minyak tanah itu memang lebih bersih, dan kedua lebih irit, terdapat penghematan yang lumayan dalam penggunaan pembelanjaan sehari-hari,” kata Presiden. Secara akumulatif, kata Presiden, apabila program nasional ini berhasil maka belasan atau puluhan trilyun dari anggaran bisa dihemat yang itu semua akan digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, mengurangi kemiskinan, dan lain-lain, lanjutnya. (nnf)


Keterangan foto: Presiden SBY saat melakukan sidak di pangkalan gas di Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, hari Minggu (6/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)