Galeri Foto
Kamis, 8 Mei 2008
Kelambu Antimalaria
Tema Hari Malaria Sedunia, yang jatuh pada 25 April lalu, adalah `Ayo Berantas Malaria` dengan sub tema Kelambu Terpasang, Tidur Tenang, Malaria Hilang. "Malaria sudah menjadi re-emerging disease, penyakit yang tiba-tiba mengalami peningkatan. Dan itu terjadi di 105 negara," kata Presiden SBY saat menghadiri Hari Malaria Sedunia, di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Ciptomangunkusumo, Jakarta, Kamis (8/4) pagi. Dari 576 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 73,6 persen (424 kabupaten/kota) diketahui sebagai endemis malaria, dan sekitar 45 persen penduduk berisiko tertular malaria. Dalam 3 tahun terakhir, menurut catatan Departemen Kesehatan, kematian akibat malaria terus menurun. Tahun 2005 jumlahnya 0,92 persen, tahun 2006 berkurang menjadi 0,42 persen, dan tahun 2007 menjadi 0,2 persen. "Namun jangan cepat berpuas diri. Harus dilaksanakan terus, lebih gigih lagi untuk menjadi nol persen," SBY mengingatkan. Untuk mengurangi angka kematian akibat malaria itu, Presiden SBY menyerahkan bantuan kelambu berinsektisida dan obat-obatan antimalaria kepada tujuh gubernur dari daerah endemis malaria, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sumut, NAD, dan NTT. Presiden meminta para gubernur segera membagikan bantuan itu kepada masyarakat. "Saya dan istri, baik di Cikeas maupun di Istana, juga pakai kelambu. Silakan dicek kalau tidak percaya," kata SBY, yang disambut tawa hadirin. (nnf) Keterangan foto: Presiden SBY menyerahkan secara simbolis bantuan kelambu berinsektisida dan obat-obatan antimalaria kepada tujuh gubernur dari daerah endemis malaria, saat menghadiri Hari Malaria Sedunia, di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Ciptomangunkusumo, Jakarta, Kamis (8/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info) |



